Dhohotv.com, KEDIRI – Aksi pencurian menimpa peralatan pemantau aktivitas Gunung Kelud, Kabupaten Kediri. Peristiwa itu diketahui pada Minggu (8/9/2025), saat petugas mendapati sejumlah alat yang terpasang di lokasi pemantauan sisi selatan perbatasan dengan Blitar sudah tidak ada.
Peralatan yang hilang meliputi satu set stasiun seismik lengkap, terdiri dari GNSS Leaca, Seismik Broadband Certimus, serta komponen pendukung lain seperti kabel, aki, dan perangkat jaringan (switch hub moxa).
Pemantau Gunung Kelud, Budi Prianto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan, selama dua minggu terakhir peralatan pemantau di sisi selatan tidak berfungsi. Namun, dugaan adanya pencurian baru dipastikan setelah tim melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Waktu kita cek ke lokasi, ternyata alatnya sudah tidak ada. Dicuri orang,” ungkap Budi, Senin (9/9/2025).
Meski demikian, Budi memastikan pemantauan aktivitas Gunung Kelud masih bisa dilakukan karena stasiun seismik dipasang di empat sisi gunung. Saat ini hanya peralatan di sisi selatan yang hilang, sementara pemantauan dari arah timur, utara, dan barat tetap berfungsi. Selain itu, pemantauan juga didukung CCTV yang difokuskan ke area kawah.
Budi berharap pihak yang mengambil peralatan tersebut segera mengembalikannya, karena keberadaan alat sangat penting untuk memantau kondisi Gunung Kelud.
“Di lokasi sebenarnya sudah dipasang rambu peringatan, tapi tetap saja diambil. Kami sangat berharap alat ini bisa dikembalikan, karena sangat dibutuhkan untuk keselamatan masyarakat,” tegasnya.(Bud)
