SBY Nobar Wayang Kulit Bersama Warga Desa di Kediri

Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 RI Menyerahkan Gunungan Wayang kepada Dalang Rudi Gareng (Budi Sutrisno/Dhohotv.com)

Dhohotv.com, Kediri – Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak dan Anggota DPRD Jawa Timur Dari Fraksi Partai Demokrat Subiyanto Nonton Bareng Pagelaran Budaya wayang kulit bersama warga di Desa Kempleng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu
mengaku sangat senang hadir ke pagelaran Wayang kulit, karena SBY selalu cinta pada budaya Indonesia khusus nya seni pewayangan Sekaligus ingin menyapa kembali masyarakat di Kediri, “Saya ingin menyapa kembali saudara-saudara saya rakyat Indonesia yang ada di Desa Kempleng Kecamatan Purwoasri Kediri,” jelasnya.

Saat menyampaikan sambutannya,
Bagi SBY Wayang harus dilestarikan sebagai seni budaya unggulan, yang banyak menceritakan kehidupan manusia refleksi kehidupan masyarakat bangsa dan negara. “Makanya kita harus hormati para seniman juga dalang-dalang yang terus melestarikan seni pewayangan,” tambahnya.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, dalam sambutannya mengatakan betapa sosok SBY adalah presiden yang selalu memikirkan rakyat dengan program program-program nyata untuk mensejahterakan rakyat, “Bapak ibu yang guru tentu sekarang sudah dapat serfikasi. Nah itu dirintis di era Pak SBY,” ungkap Emil.

Emil juga mengingatkan terkait program dana desa yang Undang Undang Desa yang juga dilahirkan di era SBY, “Jenengan Pak Lurah tentu mengelola dana desa. nah Undang-Undang Desa itu diterbitkan, dilahirkan di era Bapak Susilo Bambang Yudhono, ” ungkapnya.

Emil juga sangat bahagia karena SBY berkenan hadir meski acaranya digelar dipelosok desa, “Biasanya kan di pendopo yang besar, ini desa dan beliau berkenan. Saya ingin datang ke desa, pingin ketemu warga di desa begitu kata Pak SBY. Matur nuwun Pak SBY,” kata Emil.

Sementara itu Subiyanto mengatakan pagelaran wayang kulit ini, sebagai bentuk untuk melestarikan. seni budaya. wayang kulit, ” pagelaran wayang kulit merupakan kesenian yang bisa memberikan tuntunan bagi kehidupan yang perlu di lestarikan ,” tutup Subiyanto.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *