DhohoTV - Sosial

Batik Tulis Motif Potensi Daerah Laris Untuk Sovenir Kediri

Oleh : redaksi Kamis, 16 Maret 2017

Keterangan : Upaya melestarikan dan membangkitkan untuk menggunakan kembali kain batik tulis, terus dilakukan pengrajin di kota kediri , salah satunya dengan membuat motif beda dari batik tulis pada umumnya, kali

Bagikan

Salah satu sanggar batik tulis di kota kediri yang membuat motif potensi daerah kota kediri, adalah rumah batik tulis  wecono asri yang berada di kelurahan dandangan  kecamatan kota kediri. Rumah batik tulis yang di kelola ibu-ibu pkk setempat,  dipimpin ibu kasiana ini, sudah ditekuni sejak tahun 2009. Bermula dari memanfaatkan waktu luang,  para ibu rumah tangga, kini berubah menjadi usaha yang menguntungkan  dan tentunya bisa membantu keuanggan keluarga.

Setelah berbagai pelatihan -pelatihan diikuti,  mereka akhirnya bisa membuat batik dengan motif berbeda dengan batik tulis pada umumnya.  Motif yang  dibuat oleh pengrajin batik tulis,  wecono asri ini, mengakat poten-potensi yang ada di kota kediri, seperti tahu kuning, getuk pisang,  sungai brantas, ternak ikan cupang,  semua dituangkan dalam motif batik.  Hasilnya banyak pembeli justru dibawa ke luar kota kediri sebagai sovenir atau oleh oleh batik khas kota kediri.

Dipilihnya motif potensi daerah, selain  mempromisikan kota kediri,  juga mencari motif batik yang beda,  sebagai batik kreasi baru, pengrajin sendiri harus bisa menuangkan dalam gambar, misalkan makanan terkenal kota kediri, berupa tahu kuning,  pengrajin  harus bisa menuangkan dalam gambar yang menjadi motif batik, kemudian motif kesenian jaranan,  pengrajin harus bisa menunjukan kesenian jaran dalam motif batik, dan berbagai potensi lainya juga digambarkan seperti sungai brantas,  peternak ikan cupang, getuk pisang, dan masih banyak lainya.

Berkat motif batik potensi kota kediri, pesanan kain batik dari rumah batik wecono kusumo terus meningkat sampai mereka tidak bisa melayani,  karena keterbatasan tenaga pembatik,  mengingat masih belum banyak yang berminat menjadi pembatik, dalam satu bulan produksi  rumah batik tulis ini, dengan tenaga kerja 7 orang mampu memproduksi hingga 50 pontong,  harga kain batiknya antara 150 samapi 750 ribu per potong, tergantung kwalitas kain dan motifnya.   Dari Kediri Budi Sutrisno.