DhohoTV - Sosial

Pertunjukkan Maut Khas Pasar Malam, Yang Mulai Tergerus Jaman Tulungagung

Oleh : redaksi Selasa, 14 Maret 2017

Keterangan : Bagi anak era tahun 90 an, tentu sudah tidak asing lagi dengan atraksi tong edan. Pertunjukkan khas pasar malam, dimana pengendara motor berputar-putar di sebuah tabung vertikal, dengan kemiringan h

Bagikan

Pada era tahun 90 an, atraksi tong edan seakan menjadi magnet di lokasi pasar malam, dan menjadi salah satu wahana yang paling di minati pengunjung.  Disebut tong edan, karena hanya orang-orang bernyali besar dan memiliki keahlian,  yang berani melakukan atraksi ini.  Disini batas antara hidup dan mati begitu tipis.  Salah satu kelompok tong edan yang masih eksis hingga saat ini,  salah satunya adalah grup tong edan putra cahaya asal kediri,  yang pada beberapa hari terakhir menggelar pertunjukkan di alun-alun tulungagung.

Dalam pertunjukkan tong edan,  pemain akan mengendarai motor, berputar-putar dalam sebuah tabung berdiameter sekitar 7 meter,  dengan ketinggian 7 meter dan kemiringan tabung antara 70 hingga 80 derajat.  Tanpa mengenakan perlengkapan pengaman,  seperti helm maupun pakaian khusus,  pemain yang biasanya terdiri dari dua orang,  akan memacu sepeda motor berputar putar tanpa mengenal takut.

Dalam satu kali pertunjukkan yang biasanya berlangsung sekitar 10 menit,  terdapat 9 jenis gaya yang dipertontonkan, mulai dari lepas tangan,  duduk diatas sepeda motor, berdiri sambil melambaikan tangan, hingga gaya terbang, dimana pemain didepan berdiri sambil menjulurkan sebelah kaki ke belakang,   dan dipegang tangan pemain di belakang yang tanpa memegang setir.  Dan pemain akan bertambah semangat beratraksi, ketika banyak penonton yang memberi saweran.

 menurut muhamad andre, yang menjalani profesi sebagai pemain tong edan sejak 2 tahun terakhir,  resiko kecelakaan dalam atraksi ini sangat besar,  dibutuhkan konsentrasi,  keseimbangan serta kekompakan antar pemain.  Kecelakaan biasanya dipicu karena dinding yang licin terkena air maupun ceceran oli kendaraan.

Dalam satu malam, wahana tong edan mampu memperoleh omset rata-rata 2 juta rupiah,  dari hasil penjualan tiket yang dipatok sebesar 10 ribu rupiah, dan para pemain akan mendapat bagian masing-masing sebesar 15 persen. Dari Tulungagung Nada Wianto.