DhohoTV - Sosial

Menyulap Limbah Barang Bekas, Menjadi Karya Seni Dan Bernilai Ekonomi Tulungagung

Oleh : redaksi Senin, 13 Maret 2017

Keterangan : Tak selamanya barang bekas berakhir ditempat sampah, dengan sedikit kreatifitas, barang-barang bekas bisa di sulap menjadi pajangan, untuk memperindah suasana rumah. Seperti yang dilakukan sekelompok

Bagikan

Apa yang dilakukan sekelompok pemuda,  di desa majan kecamatan kedungwaru, tulungagung ini,  patut di apresiasi.  Berangkat dari keprihatinan terhadap masalah sampah disekitar rumah, terutama sampah kaca,  mereka mencoba mengubah sampah, menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Disini barang-barang bekas, seperti botol bekas, lampu beka,  dan bambu, dipakai sebagai media lukisan dan kaligrafi.

Untuk membuat kerajinan barang bekas lukis ini tidaklah sulit, sama seperti melukis pada umumnya,  hanya diperlukan imajinasi serta ketelatenan,  dan tentunya keahlian untuk menorehkan cat pada media kanvas barang bekas.  Berbagai jenis aliran lukisan dapat diterapkan,  dalam seni lukis dengan media barangbekas ini, mulai dari lukisan abstrak, nature,  hingga leterring dan seni kaligrafi.

Berkat sentuhan seni tangan dingin pemuda-pemuda desa majan ini, arang-barang bekas yang semula tak berharga,  dan hanya teronggok di tempat pembuangan sampah,  bisa menjadi sesuatu yang indah dan kembali lagi ke dalam rumah,  menjadi pajangan untuk mempercantik ruangan.

Tak disangka, setelah hasil kreatifitas mereka ini di unggah ke media sosial, seni lukis barang bekas mereka mendapat respon positif dari masyarakat, permintaan pun mulai berdatangan.  Pesanan datang tidak hanya dari dalam kota tulungagung saja, tetapi juga kota kota sekitar,  bahkan saat ini,  mereka menerima banyak pesanan dari pulau bali.

Untuk mendapatkan karya seni lukis barang bekas ini tidaklah mahal, satu buah lampu lukis dijual seharga 45 ribu rupiah,  sementara bambu lukis dijual antara 35 ribu hingga 50 ribu rpiah, tergantung ukuran dan tingkat  kerumitan pembuatan. Dari Tulungagung Nada Wianto.