DhohoTV - Sosial

Ribuan Peternak Ayam Di Kabupaten Blitar Tinggal Menunggu Waktu Akan Bangkrut Blitar

Oleh : redaksi Jumat, 10 Maret 2017

Keterangan : Ribuan peternak ayam di kabupaten blitar, tinggal menunggu waktu untuk gulung-tikar, akibat anjloknya harga telur di pasaran. Mereka tidak mampu lagi untuk menutupi biaya produksi, hingga akhirnya mem

Bagikan

Anjloknya harga telur ayam di kisaran 13.500 per kilogram, membuat peternak rakyat di wilayah kabupaten blitar, semakin dekat dengan kebangkrutan. Harga telur tidak sebanding dengan harga pakan. Bahkan harga ayam afkiran di pasaran pun turut hancur. Kondisi ini, diduga akibat monopoli yang dilakukan oleh perusahaan besar, dalam memainkan harga telur dan ayam afkiran yang dijual jauh dibawah harga normal.

Para peternak terpaksa membuat pakan dengan adonan sendiri, dengan tujuan agar usaha mereka tetap bertahan. Mereka tidak mampu lagi untuk menutupi biaya produksi, dengan anjloknya harga telur dibawah standar ini. Setiap hari, mereka merugi hingga 1,5 juta rupiah. Seperti yang dilakukan suwandi, peternak ayam di desa sumberejo, kecamatan kademangan. Peternak akhirnya sepakat melakukan boikot pakan produsen besar, yang dituding sebagai biang keladi anjloknya harga telur.
Sementara,peternak ayam lain mengaku, hasil dari menjual telor dalam sehari hanya 450 ribu untuk seribu ekor ayam. Padahal, untuk biaya pakan dalam sehari mencapai 600 ribu. Jadi setiap seribu ekor, peternak menderita kerugian 150 ribu.

Harga telur ayam anjlok menjadi 13.500 rupiah dari harga normal yaitu antara 16 hingga 17 ribu rupiah per kilogramnya. Kondisi ini, telah berjalan lebih dari tigabulan terakhir, akibat masuknya telur dari perusahaan besar yang seharusnya untuk ditetaskan namun akhirnya dilempar ke pasaran, dengan harga hanya 10 ribu rupiah per kilogramnya. Jika kondisi ini berlanjut, lima ribuan peternak di kabupaten blitar, sebagai penyokong 30 persen kebutuhan telur nasional akan gulung tikar. Dari Blitar Moh Aji.