DhohoTV - Sosial

Dampak Jembatan Mrican Putus Ekonomi Masyarakat Lumpuh Kediri

Oleh : redaksi Senin, 06 Maret 2017

Keterangan : Putusnya jembatan mrican akibat diterjang arus sungai brantas berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar, khususnya desa jongbiru. Pusat perekonomian warga dari sektor usaha kuliner makanan in

Bagikan

Jembatan pabrik gula mrican yang terputus akibat hantaman arus sungai brantas yang membawa material kayu dan bambu, kamis malam lalu belum tersentuh penanganan dari pemerintah maupun pihak perusahaan. Arus lalu - lintas dari tiga daerah, kota dan kabupaten kediri serta kabupaten nganjuk kini terpaksa berputar. Kondisi ini berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat setempat, khususnya di sisi utara yaitu desa jongbiru, kecamatan gampengrejo.

Mayoritas masyarakat desa jongbiru yang menggantungkan hidup dari usaha kuliner makanan kini lumpuh, warung - warung dan juga toko banyak yang memilih tutup. Sebab, selama ini mereka hanya mengandalkan pembeli yang melintasi jembatan baik dari desa jongbiru ke desa jabon, kecamatan banyakan atau sebaliknya. Ironisnya, dari sederetan toko dan juga warung disini banyak yang wiraswasta dengan sistem kontrak tempat hingga puluhan juta rupiah pertahunnya.

Kegelisahan masyarakat desa jongbiru ini cukup beralasan, sebab menurut pemerintah desa setempat di sepanjang jalan menuju jembatan sisi sebelah selatan ini menjadi pusat kuliner makanan. Tercatat ada sekitar 40 pedagang makanan nasi pecel dan juga toko kelontong aneka kebutuhan rumah tangga. Pemerintah desa berharap, jembatan mrican dibangun kembali agar ekonomi masyarakat dapat bergeliat kembali.

Jembatan mrican memiliki panjang sekitar 150 meter dan lebar 4 meter. Jembatan milik pabrik gula ini dibangun pada tahun 1989 silam dan sudah ditutup oleh pihak pabrik karena kondisinya sudah tak layak. Namun karena warga masih menggunakan dan memaksa memanfaatkan untuk kendaraan sepeda motor, akhirnya pabrik gula mricah menyerahkan jembatan ini ke pemerintah kabupaten kediri. Dari Kediri Habibul Muntaha.