DhohoTV - Sosial

Seorang Petani Berhasil Menemukan Inovasi Perangkap Hama Nganjuk

Oleh : redaksi Rabu, 15 Februari 2017

Keterangan : Seorang Petani Di Kabupaten Nganjuk, Berhasil Menemukan Inovasi Perangkap Hama, Yang Diberi Nama Light Trap. Perangkap Hama Ini Bekerja Dengan Menggunakan Tenaga Matahari, Dan Menjebak Hama Dengan Me

Bagikan

Kebiasaan petani di nganjuk, jika terkena serangan hama seperti wereng, hama pengerek padi,orong-orong, kis-kisan,jangkring. Langsung melakukan penyemprotan dengan pestisida, selain penyemprotan pestisida terhadap tanaman, ternyata penyemprotan pestisida juga membuat tanaman yang di semprot terkena zat pestisida, dan ini tidak berdampak sehat terhadap hasil tanam.

Dengan banyaknya masalah hama, seorang petani asa desa gandu, kecamatan bagor, mencoba menemukan berbagai inovasi, di antaranya dengan menemukan perangkap hama. Perangkap hama buatan susanto ini, mengandalkan cahaya matahari sebagai sumber utama pengisi baterai, yang terhubung pada sebuah lampu l-e-d, nantinya lampu l-e-d berwarna hijau tersebut akan mengeluarkan cahaya yang menarik perhatian hama terutama serangga di malam hari.

Alat solar cell atau alat tenaga matahari tersebut, secara otomatis akan menyala ketika kondisi gelap, dan ketika kondisi siang, lampu l-e-d akan mati dengan sendirinya. Prinsip kerjanya, ketiak malam hari lampu l-e-d akan menyala dan menyita perhatian hama, di bawah lampu diberikan sebauh wadah air yang sudah di campur dengan sabun. Ketika hama mendekati lampu, dengan sendirinya nanti hama tersebut akan jatuh kedalam air yang bercampur sabun/ dan selanjutnya mati.

Metode ini ternyta bisa mengurangi prosentase penggunaan pestisida hingga 0 persen. Hal ini dikatakan susanto, dalam penggunaan lahan padi seluas satu hektare bisa menggunakan delapan alat ini, dan digunakan sejak masa tanam awal hingga akhir. Kondisi ini sudah di uji coba di lahan padi miliknya, dan berhasil mengurangi serangan hama secara keseluruhan.

Saat ini susanto masih memproduksi sendiri alat ini, ia berharap ada dukungan dari pemerintah terutama kementrian pertanian, agar alat ini bisa digunakan secara menyeluruh kepada  petani. Selain bisa digunakan untuk tanaman padi, alat ini juga bisa digunakan untuk tanaman jenis lain, seperti bwang merah, dan tanaman pala wijo. Dari nganjuk komarudin.