DhohoTV - Sosial

Tim Ahli Persatuan Insinyur Indonesia Teliti Tanah Retak Di Trenggalek Jatim

Oleh : redaksi Senin, 06 Februari 2017

Keterangan : Tim ahli teknik sipil dari persatuan insinyur indonesia, p-i-i, mulai melakukan penelitian terhadap sejumlah wilayah di trenggalek, jawa timur, yang mengalami bencana retakan tanah. Hasilnya, sejumlah

Bagikan

Salah satu lokasi yang di nilai masih layak untuk digunakan permukiman adalah dusun jelok, desa parakan, kecamatan trenggalek, jawa timur. Lokasi yang sebelumnya mengalai retakan tanah secara sporadis tersebut, masih dapat digunakan untuk tempat tinggal dengan beberapa penyesuaian.
Salah seorang ahli teknik sipil persatuan insinyur indonesia, nusa setyani triastuti, mengatakan tanah yang retak di dusun jelok, masuk kategori  ekspansif soil, sehingga jika kena air akan mengembang, dan memiliki daya dorong mendorong.
Menurutnya,  warga yang masih ingin menghuni dusun jelok, harus melakukan sejumlah langkah teknis, agar tidak terjadi retakan tanah susulan yang bisa mengancam wilayah pemukiman.  

Salah satunya, adalah mengubah konstruksi pondasi rumah, yakni pembuatan pondasi untuk wilayah yang relatif labil dan berada di lereng perbukitan harus memperhatikan aliran air permukaan maupun air dalam tanah. Pembangunan rumah harus semi panggung, dan memiliki tata air yang bagus di bawah bangunan.
Selain itu, wilayah retakan yang ada diperbukitan juga harus ditangani dengan membuat penahan serta aliran air khusus, sehingga air permukaan tidak masuk ke dalam tanah yang labil.
Sementara itu, bupati trenggalek, emil elestianto dardak, mengatakan pemkab trenggalek sengaja mendatangkan para ahli dari p-i-i, untuk memastikan kondisi tanah yang ada di lokasi bencana. Selain itu, para ahli tersebut juga akan meneliti sejumlah lokasi yang akan digunakan untuk tempat relokasi korban bencana tanah retak.

Terkait dengan penelitian tersebut, sejumlah warga menyambut baik, karena dapat menjadi referensi untuk langkah kedepan sehingga bisa meminimalisir bencana serupa. Dari Trenggalek Nada Wianto.