DhohoTV - Sosial

Polisi Tangkap Seorang Penipu Bermodus Penggandaan Uang Trenggalek Jatim

Oleh : redaksi Kamis, 26 Januari 2017

Keterangan : Kasus penggandaan uang kembali terjadi di kabupaten trenggalek, jawa timur, dan kali ini seorang pemuda pengangguran, mengaku bisa menggandakan uang miliaran rupiah, dengan cara membungkus uang asli

Bagikan

Penipuan bermodus penggandaan uang kali ini, dilakukan oleh ribut riyanto, warga desa mlinjon, kecamatan suruh, kabupaten trenggalek, jawa timur. Dalam menjalankan aksinya, tersangka mengaku bisa menggandakan uang hingga mencapai miliaran rupiah.
Modus yang digunakan tersangka, yakni dengan meminta sejumlah uang sebagai mahar kepada masing-masing korban untuk digandakan. Setiap uang tunai dua juta rupiah, yang di setor di klaim bisa digandakan menjadi satu miliar. Dalam aksinya, tersangka mampu mengelabuhi tiga orang korban dengan kerugian mencapai 56 juta rupiah.

Menurut kasubbag humas polres trenggalek, iptu sardono, untuk meyakinkan para korbannya, tersangka mengajak para korban untuk melakukan serangkaian ritual khusus, mulai mulai dari membungkus uang dengan kain kafan, yang dimasukkan kedalam kardus, hingga berziarah ke sejumlah makam keramat di jawa timur.

Selain itu, tersangka juga mengajak korban membawa sejumlah mantra dalam bahasa jawa, dan setiap tahap ritual, dilakukan dengan menggunakan sejumlah sesaji dan persyaratan.
Sementara itu, tersangka ribut riyanto, mengaku nekat melakukan aksi penipuan karena terdesak masalah ekonomi. Menurutnya, sebagian uang hasil penipuan tersebut, digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga .

Dirinya melakukan aksi penipuan, karena terinspirasi dengan kasus penggandaan uang yang terjadi disejumlah daerah. Dalam praktiknya, sama sekali belum berhasil melakukan penggandaan uang, bahkan uang yang disetorkan korban, di ganti dengan potongan kertas, dan akibatnya aksi penipuan tersebut, tersangka dilaporkan ke polisi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka dukun penggandaan uang ini, kini ditahan di polres trenggalek, dan dijerat pasal 378 k-u-h-p dengan ancaman empat tahun penjara. Dari Trenggalek Nada Wianto.