DhohoTV - Sosial

Sejumlah Ternak Sapi Milik Warga Tiba-Tiba Mati Mendadak Setelah Alami Kejang-Kejang Tulungagung

Oleh : redaksi Rabu, 25 Januari 2017

Keterangan : Dalam kurun waktu satu bulan terakhir ,sejumlah ternak sapi milik warga di tulungagung , tiba-tiba mati mendadak di dalam kandang , yang sebelumnya ternak sapi tersebut , nafsu makan turun,tidak mampu

Bagikan

Sejumlah warga yang memelihara ternak sapi , di desa pinggirsari , kecamatan ngantru, tulungagung , dalam kurun waktu satu bulan terakhir , karena sapi-sapi yang mereka pelihara tiba-tiba mati mendadak, tanpa sebab yang jelas . Dalam kurun waktu tersebut , sedikitnya 6 ekor sapi, mati mendadak, dan masing-masing kematian sapi hanya berselang satu minggu.

Menurut imam bahrudin , salah seorang yang ternak sapinya mati , dirinya mengaku memiliki empat ekor sapi , dan dua ekor telah mati , dan jarak sapi yang pertama mati, hanya sekitar 2 minggu . Sebelum dua ekor sapi miliknya mati,sapi-sapi tersebut , tiba-tiba nafsu makan turun ,tidak mampu berdiri ,dan kejang-kejang, lalu mati .bahkan dalam kondisi kejang-kejang tersebut ,oleh imam , dipanggilkan petugas kesehatan hewan setempat , dan sapi tersebut hanya menderita flu.

Agar tidak menular terhadap sapi peliharaannya yang masih tersisa , kini imam , hanya dapat melakukan antisipasi pencegahan , dengan menyemprotkan cairan sejenis disinfektan disekitar kandang . Bahkan dari dua ekor sapinya yang mati , dirinya menanggung kerugian hingga 30 juta rupiah , apalagi satu ekor yang matinya, kondisinya telah bunting .

Hal senada juga terjadi pada ternak sapi milik giman ,yang kandang sapinya tak jauh dari kandang milik imam bahrudin , bahwa sapinya yang mati , juga mengalami gejala yang sama,bahkan kematian sapi milik giman , hanya berselang satu jam ,setelah alami kejang-kejang . Sedangkan jarak kematian sapi milik giman dengan milik imam bahrudin , hanya berjarak satu minggu.

Hingga saat ini , kematian sejumlah ternak sapi milik warga desa pinggirsari , belum diketahui penyebabnya , karena pihak dinas peternakan setempat , terkesan menutup-nutupi , dan enggan di konfirmasi . Para warga yang ternak sapinya yang mati ,kini hanya bisa berharap kepada dinas peternakan , turun tangan , dan dapat di beri konpensasi terhadap ternak sapinya yang mati , karena kebanyakan sapi yang dipelihara , merupakan tabungan yang setiap saat dapat di jual. Dari Tulungagung Nada Wianto .