DhohoTV - Sosial

Rencana Pemindahan Jasad Ibrahim Datuk Tan Malaka Bakal Menemui Kendala Kediri

Oleh : redaksi Rabu, 18 Januari 2017

Keterangan : Rencana pemindahan jasad pahlawan revolusi ibrahim datuk tan malaka oleh pemerintah kabupaten limapuluh kota, provinsi sumatera barat ke tanah kelahirannya tampaknya bakal menemui kendala. Pasalnya, s

Bagikan

Pemerintah kabupaten kediri baru saja menerima kunjungan dari direktorat kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan dan restorasi sosial, k-2-k-r-s, kementerian sosial republik indonesia yang sedang melakukan kajian terhadap keberadaan makam ibrahim datuk tan malaka di kediri. Selain melihat makam di desa selopanggung, kecamatan semen, dirjen juga meminta saran serta masukan perihal sejarah perjalanan sang pahlawan revolusioner tersebut di kediri.

Sugeng waluyo, selaku kepala dinas sosial kabupaten kediri mengaku, berdasarkan hasil dialog dengan dirjen k2krs kemensos, diketahui bahwa belum ada surat izin dari kemensos perihal rencana pemindahan jasad tan malaka dari kediri ke tanah kelahirannya di sumatera barat. Oleh karena itu, rencana pemkab lima puluh kota untuk memboyong jasad tan malaka adalah kepentingan sepihak.
Masih kata sugeng, pemkab kediri akan mempertahankan jasad tan malaka, sebagaimana kehendak warga sekitar. Disisi lain, dirjen k2krs juga mengapresiasi keinginan masyarakat yang sudah memperbaiki fasilitas jalan menuju ke makam sebagai bentuk rasa memiliki sang pahlawan.

Untuk diketahui, pemkab lima puluh kota bersama ahli waris berencana memindahkan jasad tan malaka dari kediri ke tanah kelahirannya di di desa padan gadang kecamatan suleki gunung mas kabupaten limapuluh kota provinsi sumatera barat. Alasan pemindahan itu karena tan malaka merupakan raja adat bumustangkai keempat yang membawahi 140 datuk, sehingga jasadnya harus dimakamkan bersama datuk lainna.
Rencana pemindahan jasad tan malaka sendiri akan dimulai pada 15 januari 2017 hingga 21 februar mendatang. Pemindahan dilakukan melalui rangkaian kirab melewati lokasi-lokasi yang pernah disinggahi sang pahlawan revolusioner itu. Dari Kediri Budi Sutrisno.