DhohoTV - Sosial

Temukan Luka Lebam Orang Tua Taruna Atkp Makasar Pertanyakan Penyebab Kematian Anaknya Trenggalek Jatim

Oleh : redaksi Senin, 16 Januari 2017

Keterangan : Orang tua taruna akademi keselamatan penerbangan, a-t-k-p, makasar di trenggalek, jawa timur, mempertanyakan penyebab pasti kematian anaknya, yang dilaporkan meninggal dunia tenggelam di kolam renang.

Bagikan

Kematian ari pratama, taruna akademi teknik keselamatan penerbangan, a-t-k-p, makasar asal trenggalek, jawa timur, pada 19 november 2016 lalu, masih menyimpan tanda tanya besar dari kedua orang tua korban. Keluarga curiga korban tidak murni meninggal dunia, akibat tenggelam di kolam renang, karena terdapat sejumlah kejanggalan. 
Orang tua ari pratama, gunawan, mengatakan beberapa kejanggalan tersebut, adalah adanya luka lebam pada bagian perut sebelah kiri, serta mulut mengeluaran darah segar. 
Selain itu, pihak a-t-k-p di nilai tidak memberikan informasi yang jelas, karena saat mengirimkan jenazah kerumah duka, pihak sekolah korban, hanya menyerahkan dokumen, berupa surat kematian dari klinik, serta surat keterangan kronologis singkat meninggalnya korban yang dikeluarkan brigade infanteri para raider 3 maros. 

Gunawan, mengaku telah mengirimkan surat pengaduan ke polres makasar kota, yang ditembuskan ke polda setempat, serta kapolri. Namun pengaduan itu, justru tidak membuahkan hasil, karena pihak polresta, menyatakan tidak memiliki wewenang untuk mengangani, karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum polres maros.
Sementara itu, dalam kronologis yang dijelaskan melalui surat dari brigade infanteri para raider 3 maros, korban ari pratama, ditemukan tenggelam di kolam renang tirta yudha kariango, pada pukul  lima sore, waktu setempat.
Saat itu, sebelum kejadian, korban dan sembilan taruna a-t-k-p makasar, berencana berenang, namun korban menyempaikan kepada rekannya, dirinya dalam kondisi tidak enak badan, dan memilih untuk duduk di honai bersama salah satu rekannya, fendi. Pada pukul  lima sore, korban ditemukan tenggelam di kolam sedalam empat meter, dan korban akhirnya meninggal dunia, setelah mendapatkan perawatan medis di klinik setempat. Dari Trenggalek Nada Wianto.