DhohoTV - Sosial

Jelang Perayaan Natal , Petani Bunga Potong Kewalahan Penuhi Permintaan Tulungagung

Oleh : redaksi Kamis, 22 Desember 2016

Keterangan : Jelang perayaan hari natal , sejumlah petani bunga potong di tulungagung , banjir permintaan dari berbagai gereja maupun warga , untuk memperindah ruangan maupun bingkisan , dan kenaikan lebih dari 50

Bagikan

Sejumlah petani bunga potong , terutama jenis bunga krisan dan aster , di desa geger , kecamatan sendang , tulungagung , tiga hari jelang perayaan hari natal , mendapat berkah tersendiri , karena tanaman bunga potong yang di tanam dalam green house , kebanjiran pesanan dari berbagai gereja , dan warga yang akan merayakan hari natal , untuk mempercantik ruangan , maupun bingkisan kesanak famili .

Berbagai varitas bunga krisan dan aster , dengan berbagai bentuk maupun warna , yang di tanam para petani , di saat warga umat nasrani tengah sibuk mempersiapkan segala keperluan mempercantik hiasan ruangan , untuk merayakan natal , permintaan akan bunga potong meningkat tajam , hingga lebih dari 50 persen dibandingkan hari-hari biasa .
Saat ini , rata-rata per bulan , permintaan bunga potong mencapai lebih dari 500 ikat , di mana 1 ikat yang di bungkus kertas , berisi 10 tangkai , sedangkan pada hari biasa , permintaan hanya sekitar 200 hingga 300 ikat , yang hanya melayani untuk hiasan pelaminan , dan toko bunga .

Kendati kebanjiran permintan , namun para petani enggan menaikkan harga , dan untuk bunga krisan dengan berbagai bentuk dan warna , harganya 11 ribu hingga 15 ribu rupiah per ikat , dan bunga krisan 10 ribu hingga 14 ribu rupiah per ikat .
Menurut bambang sulis winarto , salah seorang petani bunga potong , budidaya bunga potong yang telah digeluti sejak tahun 2013 lalu , menjelang perayaan natal kali ini , dirinya bersama sejumlah petani bunga potong lainnya , kewalahan memenuhi permintaan , karena bunga banyak yang belum mekar , dan luasan lahan terbatas .

Sementara itu , menurut salah seorang pengurus kelompok tani bunga sekar wilis , dari 34 anggota yang tergabung , hanya 5 petani yang menanam bunga potong krisan dan aster di green house , namun mampu memenuhi permintaan dari pelanggannya , dari berbagai kota di luar tulungagung , diantaranya kediri , blitar , malang , surabya , dan trenggalek . Bahkan kualitas bunga yang dihasilkan , tidak kalah dengan daerah lain , penghasil bunga potong , dan mampu bertahan 1 minggu setelah di potong .