DhohoTV - Sosial

Jembatan Putus Lima Bulan Lalu , Siswa Kesekolah Seberangi Sungai Naik Rakit Trenggalek Jatim

Oleh : redaksi Senin, 12 Desember 2016

Keterangan : Sejumlah siswa madrasah ibtidaiyah , m-i , di kabupaten trenggalek , jawa timur , terpaksa menggunakan rakit dari batang pisang , untuk menyeberang sungai menuju ke sekolah . Upaya ini dilakukan , kar

Bagikan

Sejak pagi , sejumlah warga dusun pucung , desa gandusari , kecamatan gandusari , kabupaten trenggalek , jawa timur , mempersiapkan perahu , atau rakit dari batang pisang , untuk menyebrangkan para siswa yang hendak berangkat ke sekolah di m-i nurul nuruh huda , dusun bandung , desa sukorejo .

Cara penyeberangan para siswa ini , dilakukan secara bergantian , dan berlangsung dramatis , bahkan sejumlah dari mereka , sempat hampir terjatuh kesungai , karena kondis rakit yang miring .  Meskipun kondisi sungai cukup deras , warga , dan para siswa nekat melakukan penyebarangan , karena merupakan akses terdekat menuju sekolah .

Penyeberangan menggunakan perahu batang pisang ini sengaja dilakukan , karena jembatan utama yang menghubungkan desa sukorejo dengan dusun pucung, desa gandusari terputus total sejak 17 agustus lalu . Sementara itu akses jalan alternatif cukup jauh , karena harus memutar hingga lima kilo meter.

Menurut warga , penyeberangan rakit biasanya hanya dilakukan saat air dalam kondisi surut , sedangkan pada saat banjir , para siswa memilih tidak sekolah , karena jembatan di jalur alternatif juga dalam kondisi patah , dan berbahaya .

Sebelumnya , warga sempat tiga kali membuat jembatan darurat dengan menggunakan bambu , namun selalu hanyut saat terjadi banjir .

Sementara itu , pihak sekolah , mengaku putusnya jembatan tersebut cukup menganggu kegiatan belajar mengajar disekolahnya , karena sebagian besar  siswanya berasal dari seberang sungai . Tak jarang para siswanya tidak masuk ke sekolah , karena kesulitan akses transportasi .

Jembatan penghubung antar desa ini , putus total pada saat terjadi banjir bandang 17 agustus lalu . Sebelumya pemerintah berjanji akan mendatangkan jembatan darurat jenis bailey , namun hingga kini belum terlaksana . Selain menganggu aktivitas sekolah , putusnya jembatan juga menganggu akses ekonomi warga . Dari Trenggalek Nada Wianto .