DhohoTV - Sosial

Berlimpah Tanaman Bambu , Sekelompok Pemuda Desa Berkreasi Membuat Musik Rampak Kentongan Tulungagung

Oleh : redaksi Selasa, 06 Desember 2016

Keterangan : memanfaatkan melimpahnya potensi sumberdaya alam , terutama rumpunan bambu , sekelompok pemuda desa di tulungagung , berkreasi membuat kentongan , yang dijadikan alat musik rampak kentongan . selain u

Bagikan

beginilah suasana , sekelompok pemuda di desa majan , kecamatan kedungwaru , tulungagung , di tengah-tengah kesibukannya , menyelesaikan rutinitas kesehariaannya , membuat kentongan , dengan memanfaatkan tanaman bambu , yang melimpah didesanya , dan barang tentu harganya sangat murah , bahkan tidak membeli .

sebelumnya , kentongan hanya digunakan oleh warga desa , sebagai penanda datangnya waktu sholat untuk umat islam , sebagai bunyian penanda ada marabahaya , maupun dijadikan sebagai alat musik ronda malam , atau musik patrol . namun kini , kentongan tersebut , oleh sekelompok desa majan , dapat di kreasi menjadi sebuah alat musik , yakni musik rampak kentongan , yang di kemas menjadi alat musik yang menarik .

sekitar 30 buah kentongan , yang di tata rapi , mereka pukul-pukul , dengan ketukan tertentu , dan dapat menghasilkan nada irama yang harmonis , rancak , dan merdu . dalam permainnya , para pemain rampak kentongan , tidak hanya memainkan kentongan saja , mereka juga melakukan berbagai gerakan kontemporer , yang membuat permainan musik semakin atraktif .

gerakan , dan permainan nada dalam rampak kentongan  ini ,  tidak memiliki pakem tertentu , karena kesenian rampak kentongan ini , bersifat kreativitas .  sehingga ,  dalam setiap permainan rampak kentongan , selalu ada koreografi dan kreasi baru dalam gerakan dan permainan nadanya .

karena di anggap sebagai karya seni baru yang mulai digemari masyarakat , musik rampak kentongan inipun , terus dilestarikan , dan dikembangkan . sejak dua bulan trakhr , banyak muda-mudi desa majan , yang ikut terlibat dalam pengembangan musik rampak kentongan ini .biasanya musik rampak kentongan ini , dimainkan oleh 10 hingga 30 orang pemain , dengan dua atau tiga orang sebagai pemandu nada , dan koreografer .  namun bisa juga di tampilkan lebih dari itu , tergantung penyajian pertunjukan yang akan ditampilkan .

sesekali , para seniman dan pemuda di desa majan , juga mengkombinasikan musik rampak kentongan dengan sejumlah alat musik lain / seperti gendang jimbi ,  harmonika , dan karinding , sehingga muncul  berbagai kreasi-kreasi nada baru yang unik dan menarik .
kesenian rampak kentongan ini , tidak hanya ditampilkan untuk menyemarakan pada hari besar keagamaan , namun juga dimainkan berbagai acara lain , seperti festival budaya , dan  acara seni lainnya . hal inilah , yang membuat kesenian rampak kentongan , menjadi semakin kaya akan nilai seni , yang tetap mempertahankan nilai keagamaan didalamnya .dari Tulungagung Nada Wianto .