DhohoTV - Sosial

Indonesia Kaya Makanya Banyak Bangsa Asing Yang Ingin Merebut Kediri

Oleh : redaksi Kamis, 01 Desember 2016

Keterangan : Bangsa indonesia yang kaya akan sumber daya alamanya , membuat nusantara menjadi rebutan bangsa asing yang ingin menguasai kekayaan indonesia, oleh sebab itu ahir-ahir ini banyak konflik yang terjadi

Bagikan

Pernyataan tersebut disampaikan kyai haji anwar iskandar , wakil ketua rais syuriah pimpinan wilayah nadhatul ulama jawa timur usai mengikuti apel nusantara bersatu di satdion brawiajaya rabu pagi kemaren. Kyai yang akrab disapa gus war ini menyampaikan ,  negara indonesia yang kaya akan sumberdaya alamnya menjadi incaran luar negeri yang ingin menguasainya .

Ia menduga mereka merongrong kesatuan bangsa indonesia dengan cara mengadu domba umat islam agar terpecah belah dan membuat kesatuan bangsa indoneia rapuh sehingga mudah untuk dikuasai.
Semnatara perihal rencana adanya aksi umat islam ke jakarta pada 2 desember mendatang , pihaknya menghimbau agar aksi damai yang akan digelar dengan istigosah dan sholat jumat berjamaah sebaiknya dilakukan di daerahnya masing-masing .

Dalam giat tersebut , digelar  deklamasi puisi perjuangan dan orasi kebangsaan dari para tokoh untuk membangkitkan semangat nasionalisme . Para tokoh mengajak semua pihak mempertahankan kemerdekatan negara kesatuan republik indonesia dengan semboyan nkri harga mati ,serta membangun indonesia tanpa radikalisme , terorisme dan rasisme.

Terpisah , ketua gerakan pemuda ansor kabupaten kediri munasir huda mengatakan , kepentingan global tengah mengincar indonesia dengan cara mengadudoma bangsa . Ansor mendesak agar organisasi-organisasi anti pancasila yang berpotensi menimbulkan perpecahan diantara bangsa harus segera dibubarkan .

Apel kebhinekaan ini diakhiri dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh para pemuka agama islam , hindu , budha , kristen prostestan , katolik dan penganut kepercayaan . Doa bersama ini menunjukkan kesadaran bahwa , ditengah keberagaman , suku , agama , ras dan antar golongan tetapi sama-sama menjaga harmoni .Dari Kediri Habibul Muntaha.