DhohoTV - Sosial

Warga Berebut Dua Tumpeng , Dalam Upacara Adat Bersih Nagari Memberingati Hari Jadi Tulungagung , Tulungagung

Oleh : Redaksi Senin, 21 Nopember 2016

Keterangan : Ratusan warga di tulungagung , jawa timur , saling berebut dua buah tumpeng raksasa , dalam upacara adat bersih nagari di halaman pendopo kabupaten . aksi rebutan tumpeng tersebut , merupakan rangkaia

Bagikan


Usai memanjatkan doa di dalam pendopo kabupaten , dua tumpeng raksasa yang berisikan sesaji lengkap dengan lauk pauknya , dan hasil bumi , menjadi rebutan para warga , yang sejak pagi , telah menunggu di luar halaman pendopo . ratusan warga , baik laki-laki maupun perempuan , tak urung terlibat aksi dorong , bahkan sejumlah warga memaksa naik kekendaraan pembawa dua tumpeng , agar mendapat hasil rebutan yang lebih banyak .

Tidak hanya warga yang berebut tumpeng , sejumlah petugas satpol p-p , dan pembawa tumpeng , juga turut berebut tumpeng , bahkan tidak menghiraukan , ada sejumlah warga yang terjepit dalam kerumunan .  rebutan tumpeng ini , dan bagi yang mendapatkan , konon di percaya mendatangkan berkah bagi yang mendapatkan isi tumpeng tersebut .

Menurut salah seorang warga , yang mengaku telah seringkali mengikuti acara rebutan dua tumpeng raksasa , karena diyakini jika mendapatkan salah satu isi dari kedua tumpeng tersebut , akan mendapatkan rejeki yang melimpah , dan dapat terhindar dari marabahaya .
Rebutan tumpeng ini , merupakan rangkaian dari upacara adat bersih nagari yang di gelar oleh pemerintah tulungagung , dalam rangka memperingati hari jadi ke-811 kabupaten tulungagung .

Sebelum tumpeng diperebutkan , tumpeng tersebut , di arak keliling kota , yang didahului iring-iringi becak  , membawa bupati tulungagung , dan pejabat lainnya , kemudian di susul barisan drum band tradisional , barisan pembawa pataka  , dan barisan putri domas , serta kepala desa seluruh kabupaten tulungagung .

Dua tumpeng raksasa yang di arak , bernama tumpeng lanang berisikan nasi kuning dan dengan segala lauk-pauknya , sedangkan yang berisi segala macam hasil bumi , tumpeng wedok . arak-arakan ini , juga menjadi pusat perhatian warga tulungagung , karena upacara adat ini , hanya dilaksanakan setahun sekali .

Menurut syahri mulyo , bupati tulungagung , upacara adat ini , selain acara puncak hari jadi ke-811 kabupaten tulungagung , juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya peninggalan leluhur . serta sebagai wujud rasa syukur atas kemakmuran yang diberikan tuhan yang maha kuasa , kepada masyarakat tulungagung , dan dijauhkan dari marabahaya .

Sebagai sebuah tradisi masyarakat , kirab tumpeng bersih nagari ini , memiliki daya tarik dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya . tradisi budaya dan kearifan lokal ini , berpotensi menarik wisatawan , karena kekhasannya yang tidak dimiliki daerah lain .Dari Tulungagung , Jawa Timur , Dwi Wianto.