DhohoTV - Sosial

Survey Lanjutan Pembangunan Bendungan Semantok Nganjuk

Oleh : Redaksi Kamis, 03 Nopember 2016

Keterangan : Dprd, perhutani dan bappeda nganjuk, melakukan survey lanjutan terkait pembangunan bendungan semantok yang disebut-sebut sebagai bendungan terpanjang se asia tenggara. Survey lanjutan tersebut membaha

Bagikan

Survey lanjutan terkait pembangunan bendungan semantok yang nantinya akan dibangun sepanjang 3 kilometer lebih, di lakukan perhutani, anggota dprd nganjuk dan bappeda di lokasi hutan di wilayah sambikerep, kecamatan rejoso nganjuk. Dalam survey tersebut, raditya haria yuangga, anggota dprd nganjuk meminta kepada perhutani agar sistim ganti rugi penggantian kayu jati dilakukan dengan cara dibayar setelah habis tebang.

Hal itu di ungkapkan yuangga, karena jika mekanisme penggantian pembelian kayu jati milik perhutani di hitung berdasar tegakkan. Di mungkinkan akan banyak kayu jati yang sudah dibayar pemerintah hilang entah kemana. Menurutnya jika misal nanti pemerintah membeli kayu jati yang terdampak bendungan semantok dengan sistim pembelian berdasar tegakkan yang ada.

 Kemungkinan bocornya, terjadi ketika disepkatai ada tegakkan jati di areal berdampak 1000 katyu jati, namun ketika  di tebang yang ada hanya 600 kayu jati. Lalu sisanya yang 400 dinyatakan hilang karena aktifitas pemkbalakan liar, negara ajkan kembali dirugikan dalam hal ini, karena sistim pembelian seperti itu dinilai kurang efektif. Ia meminta pembayaran kayu jati di milik perhutani yang berdampak tersebut.dilaklukan setelah pasca tebang, jadi hitungan berdasarkan kayu jati yang berhasil ditebang, jadi kemnungkinan bocornya anggaran pembelian kayu jati tersebut  sangat kecil terjadi.

Sementara itu wakil kepala perhutani mengungkapkan, pihaknya hanya mengikuti intruksi dari pusat, dan sementara itu mekanisme penggantian kayu jati, dilakukan dengan sistim menghitung tegakkan kayu jati yang ada di areal terdampak.
Sejauh ini, pembangunan bendungan semantok, masih terkendala beberapa hal, diantaranya struktur tanah di wilayah perhutani yang tidak mampu menhan air atau lokasi tanah yang ada dipastikan merembes. Sehingga pembanguan bendungan tersebut  tidak bisa dilakukan dengan c ara melakukan pengerukan sangat dalam, melainkan hanya di keruyk 1 meter , setelah itu untuk bagian tepi bendungan di carikan penggantian tanah yang bisa menahan rembesan air.

Rencana mega proyek yang akan menyedot anggaran hingga 1 koma 2 triliun tersebut hingga kinji masih belum jelas kapan di bangunnya. Pemerintah daerah masih memiliki tugas melengkapi berkas kelayakan pembangunan sebuah bendungan dengan melakukan sejumlah uji coba dan tes lokasi, dan telah menghabiskan anggaran senilai 4 milyar selam akurun waktu dua tahunan ini. Dari Nganjuk Komarudin .