DhohoTV - Sosial

Isu Berhentinya Rencana Pembangunan Proyek Bendungan Semantok Nganjuk

Oleh : Redaksi Selasa, 01 Nopember 2016

Keterangan : Isu berhentinya rencana pembangunan proyek bendungan semantok, di bantah kepala bappeda nganjnuk. Menurutnya proyek pembangunan bendungan yang akan menjadi bendungan terpanjang seasia tenggara/ masih

Bagikan

Sejak sepekan terakhir beredar isu,  berhentinya  proyek bendungan semantok yang akan di bangun di wilayah hutan di sekitar area desa tritik, kecamatan rejoso, berhenti. Namun hal itu dibantah oleh kepala bappeda bambang eko, menurut eko, mega proyek yang di anggarakan mencapai satu koma dua triliun dari a-p-b-n  tersewbut tidak berhenti,  namun klarena tutup tahun anggaran dengan jarak waktu yang hanya dua bulan terlalu beresiko untuk melakukan lelang tahap –tahap lain untuk mkemenuhi sertifikasi bendungan layak dari balai besar bendungan.

Untuk itu penggaran akan dilakukan pada tahun 2017 awal, agar pemenang tender tidak tergesa-gesa dengan waktu yang telah dilakukan. Untuk sementara, tahap awal mulai dari penilitian dan beberapa kajian, bendungan semantok telah menghabisakan dana 4 milyar dari apbd nganjuk, dana tersebut di gunakan untuk melakukan kajian awal, termasuk memeriksa struktur tanah apakah layak di jadikan sebauah bendungan terpanjang yang rencananya mencapai 3 kilometer lebih.

Sejauh ini hasil kajian, tim ahli dan tim teknis, menyebutkan jika tanah di wilayah hutan milik perhutani tidak cocok dijadikan bendungan dengan cara dikeruk, karena  jika di keruk dipastikan tanah tidak mampu menampung air/ atau terus merembes. Hasil dari kajian awal ini , di wilayah bendungan hanya akan di keruk sedalam satu meter, sementara untuk bagian tepi bendunganj di carikan tanah lain sebagai bendungannya.
Sementara itu, hingga saat ini pemerintayh jnganjuk juga masih melakukan tukar menukar wilayah perhutanai yang akan di jadikan lahan bendungan, termasuk merelokasi pemukiman warga di daerah tritik rejoso, yang terdampak . Anggaran yang direncanakan untuk melakukan penggantian lahan atau tukar menukar serta relokasi deianggarkan mencapai 10 milyar yang bersumber dari a-p-b-d nganjuk. Dari Nganjuk , Komarudin .