DhohoTV - Sosial

Entaskan Ketoprak Siswo Budoyo Dari Keterpurukan Tulungagung

Oleh : Redaksi Selasa, 18 Oktober 2016

Keterangan : Bak gayung bersambut , upaya entaskan diri dari keterpurukan sejak tahun 2005 lalu , grup ketoprak gaya baru siswo budoyo , yang mengalami masa kejayaannya di era 1970 hingga 1980-an , kini di ganden

Bagikan

Kehadiran pertunjukan ketoprak gaya baru siswo budoyo , asal tulungagung , jawa timur , memang dirindukan oleh sisa-sisa penggemar setianya . Terbukti grup ketoprak yang di pimpin almarhum ki  siswondo , pernah berjaya di era tahun 1970 hingga 1980-an , bersama direktorat binmas polda jatim , yang menggelar pertunjukkannya di aula klenteng tjoe tik kiong , tulungagung , dipadati puluhan  Penonton ,  rata-rata mengajak serta keluarganya .

Pada pertunjukkan kali ini , ketoprak siswo budoyo , mengambil lakon sampek engtai , cerita legenda tentang percintaan sepasang sejoli dengan latar belakang budaya tiongkok di indonesia , berkolaborasi dengan salah satu anggota polda jatim , yang sekaligus seniman pedalangan , a-k-b-p dodik eko wijayanto , yang mementaskan wayang kulit kontemporer , revolusi mental , sarat dengan pesan moral serta mensosialisasikan berbagai isu terkait kamtibmas .

Tidak hanya di tulungagung , pertunjukan grup ketoprak siswo budoyo , juga berkeliling kesejumlah daerah di jawa timur , diantaranya di madiun , bojonegoro , yang diakhiri di surabaya , dan melakukan hal sama , karena gerakan radikal terus tumbuh berkembang .

Tak urung , pertunjukkan ala teater tradisional , oleh ketoprak siswo budoyo , dengan lakon sampek engtai , dapat membius penonton , yang hampir memenuhi seluruh tempat duduk yang disediakan panitia . Apalagi , adegan dagelan , atau lawak , dari dua pengasuh tokoh sampek , mampu mengocok perut penonton , bahkan ciri khas yang dimiliki oleh grup ketoprak siswo budoyo , yakni atraksi peperangan dengan bersalto , membuat penonton lebih terpesona .

Di era kejayaannya , ketoprak siswo budaya , bermetaformosa menjadi dua bagian atau unit . Unit satu ,  Langsung di pimpin oleh oleh sang pendiri siswo budoyo , ki siswondo , yang akhirnya terpuruk , bersamaan mangkatnya sang pendiri , sedangkan unit 2 , yang  kini masih eksis , dan di pimpin oleh gatot utomo , keponakan dari ki siswondo , namun kondosi sangat memprihatinkan , karena telah di tinggalkan penontonnya .

Menurut gatot utomo , pemimpin ketoprak siswo budoyo unit 2 , terpuruknya ketoprak gaya baru siswo budoyo ini , karena beberapa faktor / selain derasnya gempuran teknologi di dunia global jugamanajemen yang berganti-ganti , dan kurang profesional .

Kini ketoprak siswo budoyo , yang bermarkas di surabaya , tidak lagi di tulungagung , sedikit banyak masih menerima job , untuk manggung , di berbagai daerah di pelosok jawa timur , dan jawa tengah . Bahkan dengan munculnya media sosial , ketoprak ini , sering mengunggah video dan foto-fotonya , ke berbagai kanal media sosial , seperti whatsapp , facebook , twitter , instagram , hingga sistus  Berbagi video youtube .

Sayangnya , jurus kolaborasi antara ketoprak siswo budoyo , dengan polda jatim , kurang ampuh , karena sembelum pertunjukkan usai , penonton yang tadinya memenuhi kursi , satu persatu meninggalkan para pemain ketoprak , yang tengah beradu akting teater tradisional .Dari Tulungagung  Nada Wianto .