DhohoTV - Sosial

Warga Tulungagung Gelar Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas Tulungagung

Oleh : Redaksi Senin, 17 Oktober 2016

Keterangan : Memasuki bulan suro ,dalam penanggalan jawa , masyarakat adat di tulungagung , jawa timur , menggelar ritual upacara adat , jamasan , atau mensucikan pusaka tombak kanjeng kyai upas . Dalam prosesi ja

Bagikan

Seperti halnya ritual jamasan sebelumnya , yang rutin di gelar setiap bulan suro , jamasan pusaka tombak kanjeng kyai upas , yang menjadi pusaka pemerintah daerah kabupaten tulungagung , jawa timur , diawali dengan iring-iringan reog gendang , yang menggambarkan sepasukan prajurit kadipaten , sedang mengawal rombongan dayang pembawa air suci , dari 9 mata air , atau nowo tirto ,  yang di pakai untuk prosesi jamasan pusaka .

Setelah air kembang di terima di pendopo pringgokusuman , upacara dilanjutkan dengan prosesi jamasan , atau memandikan pusaka tombak kyai upas , di halaman belakang pendopo . Jajaran forpimda setempat , secara bersama-sama membopong pusaka , yang memiliki panjang 3 koma 25 meter ini , menuju tempat jamasan .  Terdapat sejumlah larangan dalam prosesi jamasan ini , diantaranya , kaum perempuan di larang untuk melihat , saat pusaka tombak kyai upas dijamasi .

Tombak kyai upas , merupakan pusaka yang berasal dari kerajaan mataram islam , peninggalan  bupati tulungagung pertama , raden mas pringgokusumo , yang melarikan diri dari mataram , semasa penjajahan belanda , pada pertengahan abad 1800 masehi . Ritual jamasan ini , di gelar oleh ahli waris keluarga pringgokusuman , namun karena pusaka tombak kyai upas sudah di anggap menjadi pusaka daerah , maka kegiatan ini , menjadi bagian dari masyarakat tulungagung keseluruhan .

Saat ini keluarga ahli waris pringgokusuman , menyampaikan niatnya untuk menyerahkan perawatan , dan penyimpanan , tombak pusaka ini , ke pemerintah tulungagung .  Namun bupati tulungagung , belum dapat memastikan , kapan proses pemindahan akan berlangsung , karena menunggu kesiapan lokasi , waktu yang tepat , serta hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan adat jawa .

Jika nanti sudah diserahkan , ritual jamasan ini , akan dikemas menjadi lebih meriah dan menarik , sehingga bisa menjadi salah satu wisata budaya di tulungagung , yang dapat menarik wisatawan .Dari Tulungagung Nada Wianto.