DhohoTV - Sosial

Warga Berebut Ayam Dalam Tradisi Unik Ngitung Batih Trenggalek

Oleh : Redaksi Rabu, 05 Oktober 2016

Keterangan : Ribuan warga di trenggalek , jawa timur , mengikuti upacara adat ngitung batih , yang rutin di gelar setiap tahun baru saka , atau hijriah . Dalam tradisi ini , puluhan takir plontang , atau sesaji ,

Bagikan

Salah seeorang warga , mengaku bersyukur bisa mendapatkn ayam dari pejabat , dirinya berharap ayam tersebut , bisa dikembangbiakkan , sehingga membawa berkah bagi keluarganya .

Tradisi ngitung batih , atau dalam bahasa indonesia menghitung keluarga ini , di gelar setiap awal bulan suro dalam penanggalan jawa , atau yang bertepatan dengan bulan muharam dalam penanggalan hijriah . Upacara ini ,  diawali dengan kirab puluhan takir plontang , atau sesaji , berupa aneka makanan , dan tumpeng yang di arak keliling kota kecamatan dongko oleh 40 dayang-dayang .

Selanjutnya , takir tersebut di bawa kependopo , untuk dilakukan ritual murwakala , dan doa bersama agar terhindar dari marabhaya . Puluhan dayang-dayang ini , merupakn simbol dari anggota keluarga yang dihadirkan , dan di lihat langsug oleh pemipimpin adat .

Menurut sesepuh adat ,tradisi ngitung batih diadopsi dari kerajaan mataram , yang kala itu kehilangan sejumlah anggota keluarganya pasca terjadinya peperangan. Dengan tradisi ini diharapkan , seluruh keluarga di wilayah kecamatan dongko selamat dan dijauhkan dari hal-hal yang negatif .

Upacara yang rutin di gelar setiap tahun ini , menjadi ikon wisata budaya yang ada di wilayah kabupaten trenggalek , ribuan warga lokal , dan luar daerah banyak berbondong-bondong untuk menyaksikan rangkaian tradisi .
Bupati trenggalek , emil elestianto dardak , mengaku akan mengembangkan tradisi adat ini , dan di kemas menjadi lebih menarik , sehingga bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan .

Selain kirab sesaji dan rebutan ayam , tradisi ngitung batih , jura di rangkai dengan aneka kesenian tradisional , seperti jaranan turangga yaksa , seni langen tayub dan kegiatan keagamaan .Dari Trenggalek , Nada Wianto.