DhohoTV - Sosial

Gelandangan Dan Pengemis , Warga Yang Terabaikan Mendapatkan Surat Kependudukan Dan E-Ktp Tulungagung

Oleh : Redaksi Rabu, 28 September 2016

Keterangan : Meski perekaman kartu tanda penduduk elektronik , e-ktp , diperpanjang hingga pertengahan tahun 2017 mendatang , namun masih saja terdapat antrean panjang di dispendukcapil tulungagung , jawa timur .

Bagikan

Meski menteri dalam negeri , telah memperpanjang batas akhir perekaman e-ktp hingga pertengahan tahun 2017 mendatang , namun antrean panjang untuk mengurus ataupun melakukan perekaman e-ktp , masih saja terlihat di kantor dispendukcapil tulungagung , jawa timur , dan hal tersebut tidak hanya terjadi di dalam ruangan , namun juga di luar ruangan , dijubeli warga , untuk secepatnya mendapatkan layanan kependudukan .  

Ironisnya , antusias warga untuk segera mendapatkan idendtitas kependudukan secara online , e-ktp , sangat kontradiktif dengan sebagian warga yang menyandang status gelandangan dan pengemis , yang hidupnya berkeliaran di jalan . Sebagai bagian dari warga negara indonesia , seharusnya mereka tetap mempunyai hak untuk mendapatkan identitas diri , dari pemerintah .

Terkait kepemilikan identitas kependudukan terhadap kaum gepeng ini , pihak dispendukcapil , tidak akan melakukan pengurusan ataupaun perekaman identitas kependudukan kepada gepeng yang berkeliaran di jalan , dan hidupnya yang selalu berpindah-pindah . Karena untuk mengurus identitas para gepeng ini , bukanlah wewenang dari pihak dispendukcapil , melainkan dari dinas sosial , dan dispendukcapil hanya melakukan perekaman , jika mereka memiliki data-data kependudukan yang jelas .

Namun tidak menutup kemungkinan , pihak dispendukcapil , akan melakukan perekaman e-ktp terhadap gepeng , jika di minta oleh dinas sosial yang mengurusi keberadaan para gepeng ini , dan di tulungagung , instansi yang berwenang mengurusi keberadaan gepeng , yakni dinas ketenagakerjaan transmigrasi dan sosial . Sedangkan keberadaan para gepeng di tulungagung , masih relatif banyak , dan mereka untuk hidup , memanfaatkan fasilitas umum yang ada . Dari Tulungagung ,  Nada Wianto .