DhohoTV - Sosial

Seorang Ibu Muda Edarkan Uang Palsu Di Rumah Polisi / Berpura-Pura Membeli Gabah Trenggalek Jatim

Oleh : Redaksi Rabu, 07 September 2016

Keterangan : Seorang ibu muda , di tangkap jajaran polres trenggalek , jawa timur , karena kedapatan sedang mengedarkan uang palsu bernilai jutaan rupiah . Dalam melakukan aksinya , tersangka berpura-pura membeli

Bagikan


Kasus peredaran uang palsu ini , terjadi di dusun gumebelar desa gandusari , kecamatan gandusari , kabupaten trenggalek , jawa timur . Saat itu tersangka , herliana , warga desa ngunggahan , kecamatan bandung , tulungagung , mendatangi rumah korban untuk membeli gabah , atau padi kering , sebanyak dua ton ,  dengan harga jual 9 juta 7 ratus ribu rupiah .

Namun saat dilakukan pembayaran , korban sulatin ,  curiga dengan keberadaan uang yang di terima , karena terdapat sejumlah uang yang nomor serinya sama , serta material uang yang berbeda dengan uang asli . Akhirnya sulatin , melaporkan kepada suaminya yang juga seorang anggota polisi. Dari hasil pemeriksaan dipastikan , 5 koma 6 juta rupiah , uang pembayaran tersebut adalah palsu . Tersangkapun akhirnya langsung di tangkap dan di bawa ke kantor polisi .

Menurut polisi , modus yang digunakan tersangka , yakni dengan cara mencampur uang asli dengan uang palsu ,  hal ini dilakukan untuk mengelabuhi korbannya . Dari hasil pengembangan , polisi juga berhasil menangkap tersangka lain m-y-n warga desa tanggul welahan , kecamatan besuki, tulungagung,  yang di duga kuat sebagai pemasok yang palsu.

Sementara itu , tersangka herliana , mengaku membeli 56 uang palsu 100 ribuan tersebut , dari tersangka m-y-n , dengan harga 2 juta 5 ratus ribu ripiah . Dirinya berdalih tindakan kriminal ini , dilakukan untuk menutupi kebutuhan rumah tangganya .

Sedangkan, tersangka m-y-n , mengaku mendapat uang palsu dari wilayah jombang , dengan imbalan 250 ribu rupiah untuk setiap transaksi .

Saat ini , pihak kepolisian masih melakukan upaya pengembangan kasus peredaran uang palsu tersebut , dan memburu tersangka utama yang mencetak uang palsu. Akibat perbuatannya ,  kini kedua tersangka di tahan di mapolres trenggalek , dan dijerat pasal 30 ayat 3 undang-undang 7 tahun 2011 tentang mata uang , dengan ancaman 15 tahun penjara . Dari Trenggalek Nada Wianto.