DhohoTV - Sosial

Tradisi Labuh Laut Larung Boneka Ikan Dari Tepung Agar Tangkapan Ikan Melimpah Tulungagung

Oleh : Redaksi Senin, 05 September 2016

Keterangan : Ratusan warga nelayan pantai sine tulungagung , jawa timur , dalam bulan selo , penanggalan jawa ,menggelar tradisi labuh laut ,melarung sesaji ,dan melempar boneka ikan dari tepung beras , atau harip

Bagikan

Memasuki bulan selo , dalam penanggalan bulan jawa , warga nelayan pantai sine , desa kalibatur , kecamatan kalidawir , tulungagung ,  jawa timur , menggelar upacara adat labuh laut di laut selatan , sebagai tempat mereka mencari mata pencaharian sehari-hari .
Sebelum ritual labuh sesaji ,  sejumlah sesaji telah dipersiapan oleh para nelayan pantai sine , diantaranya harip-harip , atau boneka ikan dari tepung beras , kenthing , serta buceng robyok dan buceng emas , yang akan di larung ke tengah laut selatan .
Usai dibacakan doa oleh sesepuh desa , sesaji tersebut di arak disepanjang pantai sine yang diiringi kesenian jaranan kepang . Selanjutnya , sesaji kenthing , dan buceng di larung ketengah laut , sedangkan harip-harip di lempar ke tengah laut.
Menurut maryoto bhirowo , wakil bupati tulungagung , tradisi ini gelar setiap tahun merupakan wujud rasa syukur kepada tuhan yang maha kuasa , karena hasil tangkapan ikan melimpah , dan nelayan di beri keselamatan selama melaut , dan dijauhkan dari marabahaya . Selain menangkap ikan di laut , dalam waktu dekat , pantai sine , akan dijadikan salah satu andalan wisata alam , yang dapat menjadi pendapatan tambahan dari sektor pariwisata .
Selama digelarnya prosesi tradisi labuh laut ini , seluruh nelayan pantai sine , selama sehari penuh , tidak diperbolehkan pergi laut , untuk mencari ikan , dan tradisi tahunan ini , juga dipadati oleh ratusan pengunjung , dari berbagai daerah , di luar kota tulungagung , menyaksikan tradisi labuh laut, sambil menyaksikan keindahan pantai sine . Dari tulungagung Nada Wianto .