DhohoTV - Sosial

Festival Turunggo Yakso Beradu Kreasi Seni Tari Jaranan Kepang Trenggalek Jatim

Oleh : Redaksi Senin, 29 Agustus 2016

Keterangan : Indonesia memiliki ribuan budaya dan kesenian traisional, yang tersebar dari sabang hingga merauke, dan salah satu kesenian tradisional yang kini terus dikembangkan adalah turonggo yakso, yang berasal

Bagikan

Festival seni jaranan turonggo yakso ini, di gelar alun-alun trenggalek, dan dihadapan ribuan penonton, para peserta saling beradu ketangkasan, dan kreasi dalam menampilkan seni tari tradisional turonggo yakso.
Kegiatan ini, merupakan agenda tahunan untuk memperingati hari kemerdekan ke-71 republik indonesia, dan sekaligus memperingati hari jadi ke-822 kabupaten trenggalek. Selain tari turonggo yakso, terdapat beberapa jenis seni jaranan yang ikut dilombakan, antara lain jaranan senterewe, dan jaranan pegon.

Menurut wakil bupati trenggalek, mochammad nur arifin, peserta festival jaranan ini, tidak hanya dari lokal trenggalek, namun juga diikuti oleh kelompok kesenian dari berbagai kota di indonesia, mulai dari solo,  jogja, serta sejumlah daerah di jawa timur,  di wilayah mataraman.

Penampilan festival jaranan di atas panggung ini, nampak lebih semarak dan meriah, dengan adanya kolaborasi yang rampak antara alunan gamelan, dengan tata lampu warna-warni, yang menyala secara bergantian.
Festival ini, sengaja di gelar untuk melestarikan kesenian tradisional, khususnya jaranan turonggo yakso, yang saat ini, telah menjadi kesenian khas trenggalek, dan menjadi ikon kabupaten.

Menurut salah seorang peserta, untuk tampil sempurna dalam festival jaranan ini, ia dan kelompoknya melakukan latihan secara rutin selama satu bulan penuh. Hal ini, untuk melatih kelompakan, dan kreasi seni yang akan disuguhkan.

Dalam riwayatnya, tarian turonggo yakso berasal dari kegiatan ritual yang biasa dilakukan warga kecamatan dongko. Tarian ini, menceritakan tentang kemenangan warga dalam mengusir marabahaya, dan keangkaramurkaan yang ada didesanya. Seni tradisional ini, biasanya di gelar pada saat bulan suro dalam penanggalan jawa, untuk waktu pelaksanaanya ditentukan oleh pawang, atau sesepuh desa.Dari Trenggalek Nada Wianto melaporkan.