DhohoTV - Sosial

Sejumlah Tokoh Penting Indonesia Dan Malaysia akan hadir Dalam Mujahadah Kubro Di Ponpes Kedunglo Kediri

Oleh : Redaksi Rabu, 04 April 2018

Keterangan : Panitia Mujahadah Kubro Menggelar Jumpa Pers dengan puluhan Awak Media

Bagikan

Dhohotv.com, Kediri - Pondok pesantren (Ponpes) Kedunglo Al- Munaddhoroh kembali menggelar mujahadah kubro dalam rangka memperinagti Isro' mi'roj Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati Haul pendiri Wahidiyah KH. Abdul Majid Ma'roef.

Dijelaskan Kasi Humas Panitia Mujahadah Kubro, Sodik Kamsudi, Mujahadah Kubro akan dilaksanakan selama empat hari, mulai 5-8 April 2018. Selama beberapa hari tersebut akan digelar berbagai acara, mulai seremonial dan ritual.

"Untuk acara seremonial seperti gowes, parade drum band, pakaian adat nasional yang telah diikuti mulai TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tingga wahidiyah," ujarnya, Rabu (4/4/2018).

Seperti biasanga, Mujahadah Kubro ini bakal diikuti ratusan ribu jamaah pengamal solawat Wahidiyah dari seluruh Indonesia. Bahkan juga dari kerajaan dan salah satu menteri dari negara Malaysia juga hadir.

"Salah satu menteri dari Malaysia yang hadir dalam Mujahadah yakni Menteri Pertanian. Dia datang memang kehendak sendiri ingin bertemu dengan romo kiyai," ujarnya lebih lanjut.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrowi juga dijadwalkan hadir. Lalu lada hari puncaknya juga dihadiri ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin. "Untuk menteri pemuda dan olahraga hadir pada Sabtu (7/4/2018) dan untuk Ketua MUI pada Minggu (8/4/2018)," imbuhnya.

Mujahadah Kubro di Ponpes Kedunglo dilaksanakan dua kali dalam satu tahun. Di 2018 akan dilaksanakan pada April dan Oktober. Selama acara tersebut, perputaran uang diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Mengingat yang hadir sampai ratusan ribu jamaah. 

"Kalau diperkirakan setiap jamaah selama 4 hari menghabiskan Rp 200 ribu saja, sudah berapa perputaran uang selama mujahadah. Dan hal ini bisa berdampak positif. Bahkan ada sejumlah warga meminta kalau mujahadah kalau bisa satu tahun bisa diakan lebih dari dua kali," pungkasnya.  (Bib/Yin)