DhohoTV - Sosial

Bawa Kabur Dan Cabuli Anak, Seorang Pemuda Di Kota Blitar Ditangkap Polisi

Oleh : redaksi Selasa, 27 Februari 2018

Keterangan : tangkap penculikan anak dan pencabulan

Bagikan

Dhohotv.com, Blitar - Satreskrim polres kota blitar menangkap R-S pelaku penculikan anak warga desa purwokerto kecamatan srengat kabupaten blitar, Pelaku membawa kabur korban hingga 18 jam berkeliling kota dan kabupaten blitar.

Kapolresta blitar, AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, modus dari pelaku, yakni mengiming-imingi Korban akan dibelikan jajan dan mainan. awalnya korban membawa dua anak-anak di bawah umur, berinisial R-S dan D-A namun di tengah jalan, R-S rewel dan akhirnya diturunkan. sementara D-A dibawa pelaku berputar-putar. 

"Pelaku membawa korban berputar putar keliling wilayah kabupaten dan kota blitar dengan diiming imingi akan dibelikan jajan" ujar kapolres blitar saat gelar perkara di mapolresta blitar.

Lebih Lanjut perwira berpangkat melati dua itu menjelaskan, selain menculik pelaku juga sempat mencabuli D-A dikawasan hutan maliran Kecamatan ponggok kabupaten blitar, dan pelaku berhasil ditangkap anngota Reskrim di wilayah selopuro.

"Pelaku melakukan pencabulan kepada korban di hutan maliran" tambah kapolres.

Saat ini, kedua korban masih berada di ruang Unit Perlimdungan Perempuan dan Anak UPPA mapolres blitar kota, karena kondisinya masih syok. 

Sementara orang tua korban U-S, ujang sugondo menceritakan, awalnya anaknya bermain di depan rumah bersama tiga anak lainnya. tiba-tiba pelaku datang dan mengajak anaknya dan D-A pergi membeli jajan. namun anaknya diturunkan di jalan bendo kecamatan ponggok kabupaten blitar. sementara D-A masih diibawa pelaku.

"Saya itu mereka sedang bermain didepan rumah, tiba-tiba pelaku dan mengajak kedua anak itu pergi" cerita ayah korban.

Dari pengungkapan kasus asusila ini, Petugas mengamankan satu unit sepeda motor, yang digunakan pelaku untuk membawa korban dan mencabuli korbannya.  Pelaku akan dijerat dengan pasal 76 f undang-undang ri nomor 35 tahun 2014 junto pasal 83 undang-undang ri nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman maksimal lima belas tahun penjara. (Aji/Bib)