DhohoTV - Sosial

Dua Orang Pelaku Tabrak Lari Berhasil Dibekuk Polisi

Oleh : redaksi Selasa, 27 Februari 2018

Keterangan : polres tangkap pelaku tabrak lari

Bagikan

Dhohotv.com, Nganjuk - Satlantas polres nganjuk berhasil menangkap dua orang pria sopir truk, karena menjadi pelaku tabrak lari di dua tkp berbeda.

keduanya adalah ahmad jauhari, tahun warga rt 02,rw 09, desa jekek, kecamatan baron dan sai’in halim , tahun  warga rt 33,rw 09, desa dukuh,kecamatan ngadiluwih kabupaten kediri.

Kapolres nganjuk, AKBP Dewa Nanta Wiranta menjelaskan, tersangka AJ merupakan pelaku tabrak lari di jalan raya desa pelem kecamatan kertosono, sedangkan tersangka SH pelaku tabrak lari di jalan desa kemlokolegi kecamatan baron .

"Dua tersangka ini TKPnya berbeda, satu TKP di Kertosono dan satunya di baro" ujar kapolres nganjuk.

Saar peristiwa terjadi tersangka AJ mengemudikan dump truk nopol AD 151 ZE mengangkut tanah uruk. saat melintas di jalur nganjuk – kertosono, tepatnya di depan pintu masuk SMK Kusuma Negara, desa pelem , kecamatan kertosono, truknya menabrak pengendara sepeda motor hingga tewas.

sedangkan tersangka SH, saat itu mengemudikan truk nopol AG 8499 RV. dia adalah pelaku tabrak lari atas korban samsul maarif, (49) ASN asal jl letjen s parman kelurahan cangkringan, kecamatan,kabupaten nganjuk.

Kejadiannya di jalan dusun kuniran desa kemlokolegi kecamatan baron, senin, 19 januari 2018 lalu, sekitar pukul 10.30 wib,  usai menabrak korban, pelaku tidak berhenti dan berniat menghilangkan jejak serta tidak mau bertanggung jawab atas kejadian kecelakaan tersebut.

"Para saat insiden terjadi, kedua tersangka melarikan diri tidak mau bertanggung jawab" tambahnya.

kini keduanya harus meringkuk di ruang tahanan mapolres nganjuk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. selain menahan dua pelaku,polisi juga menyita barang bukti berupa kendaraan truk, kunci, dan STNK milik pelaku.

Selanjutnya kedua tersangka dijerat dengan pasal 301 ayat 4 uu ri no.22 tahun 2009 tentang llaj dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. juga dijerat pasal 312 uu ri no.22 tahun 2009 tentang llaj dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara. (Kom/Bib)