DhohoTV - Sosial

Warga Binaan Dapatkan Materi Keagamaan Kediri

Oleh : redaksi Sabtu, 17 Juni 2017

Keterangan : Untuk menguwatkan keimanan dan ikut serta dalam pembangunan bagi para warga binaan setelah bebas dari penjara, di dalam lapas kelas dua a, kota kediri, didirikan pondok pesantren at-taubah. Layaknya

Bagikan

Pondok pesantren at-taubah, di kota kediri,  salah satu dari dua pondok pesantren yang didirikan di dalam lapas yang ada di indonesia. Dalam pondok dengan para santri yang merupakan warga binaan ini,  tidak ubahnya seperti pondok pesantren pada umumnya. 

Para santri mendapatkan materi keagamaanm, yang diberikan dengan sistem kelas, setiap harinya, di sini peserta podok terbagi dalam lima kelas.  Pondok ini sengaja didirikan didalam lapas,  dengan tujuan membangun dan menguatkan keimanan, serta memberikan kesempatan bagi para warga binaan untuk ikut serta dalam pembangunan, kelak jika bebas,  dari penjara. 

Program pondok pesantren ini juga merupakan salah satu syarat,  bagi warga binaan yang mendapatkan cuti bersyarat atau bebes bersyarat harus bisa membaca al quran. Sementara dari 774 warga binaan, 300 warga binaan lapas kelas dua a kediri,  belum bisa membaca al quran. 

Sementara program  ini sangat diterima oleh para santri, karena berdampak positif, diantaranya melatih kedisiplinan para warga binaan, serta memberikan pengetahuan keagaan, seperti mambaca al-quran, serta ilmu syariat islam. 

Salah satu pembimbing pesantren at-taubah, muhammad nur hannani, mengaku untuk mengajar para warga binaan,  mempunyai kendala tersendiri, karena banyak para sanri yang baru mengenal ajaran agama islam, sehingga harus lebih sabar tan telaten. Para pengajar ditutut bisa berdakwa dengan mudah, dengan diselingi canda dan cerita. 

Pondok pesantren at-taubah sendiri baru mendapat ijin berdiri dari kementrian agama pada 21 februari 2017 lalu  dan dikelolah oleh pondok pesantren lirboyo kediri.  Para santri mendapatkan materi keagamaan, mulai dasar, seperti membaca al-quran dengan tekhnik iqro', cara sholat yang benar, serta mengaji kitab lainya. 

Selain materi keagamaan, para santri yang merupakan warga binaan laps ini, juga diajarkan seni handrah dan belajar menyanyian lagu-lagu islami,  atau nasyid,  ditengah-tengah kegiatan sehari-hari. Dari Kediri Budi Sutrisno.