DhohoTV - Sosial

Bocah Usia 5 Tahun Diduga Disunat Jin Kediri

Oleh : redaksi Selasa, 13 Juni 2017

Keterangan : Warga kabupaten kediri ahir-ahir ini digegerkan dengan adanya fenomena langka, yaitu adanya seorang bocah berusia lima tahun yang di duga disunant oleh jin, kejadian aneh itu terjadi saat ia sedang du

Bagikan

Peristiwa aneh dan langka itu di alami abimanyu atha kirana putra pasangan zulitya dengan hendrik kristawanto warga dusun kejuron desa plosorejo kabupaten kediri, bocah laki-laki yang masih berusia 5 tahun ini minggu siang kemaren mengalami kejadian tidak wajar,  pasalnya secara tiba-tiba alat vitalnya berubah bentuk menjadi speerti sudah di khitan.

Diceritakan ibunya, kejadian itu terjadi, saat anaknya sedang asik duduk di atas motor bersama dia dan tetangga lainya di di depan rumah , tepatnya di bawah pohon kersen, putranya itu duduk sambil memakan krupuk, tiba-tiba bocah yang masih duduk di bangku skolah paud itu berteriak merasakan sakit kayak digigit semut dibagian kemaluanya.

Usai merasakan sakit itu, anaknya kemudian melihat alat vitalnya sendiri dan mengetahui kalau bentuknya sudah seperti dikhitan dan tidak terdapat adanya darah sedikitpun disekitar kemaluanya .

Karena tidak percaya dengan hal ganjil yang di alami putranya, ia kemudian memanggil mantri setempat untuk memeriksa alat vitalnya anaknya, ternyata pihak medis memastikan bahwa bocah yang akrab dipanggil bima itu sudah disunat, pihak medis menganjurkan kepada orangtunya, agar setiap malem mengoleskan minyak goreng ke alat vital bocah tersebut, supaya bekasnya segera pulih.

Kejadian ghaib yang di alami bima mengundang rasa penasaran warga sekitar untuk datang melihat secara langsung, sementara pihak keluaraga merasa bersyukur,  karena anaknya tidak perlu disunat lagi. Mereka percaya bahwa kejadian yang dialami putranya tersebut sudah mejadi kehendak tuhan yang maha esa, pihaknya juga sudah memberikan tradisi selamatan kepada anaknya tersebut, yakni dengan membuat jenang sengkolo yang dibagikan kepada tetangga sekitar. Dari Kediri Habibul Muntaha .