DhohoTV - Sosial

Isi Ramadhan, Sejumlah Siswa Slb Belajar Mengaji Al-Quran Braile Trenggalek Jatim

Oleh : redaksi Senin, 05 Juni 2017

Keterangan : Semangat menyambut ramadhan bukan hanya dilakukan oleh orang normal pada umumya , namun sejumlah siswa berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa , s-l-b , kemala bhayangkari trenggalek , mengisi keg

Bagikan

Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk beribadah,  dengan penuh teliti , jari-jemari para penyandang tuna netra ini ,  di sekolah luar biasa , s-l-b ,  kemala bhayangkari trenggalek ,  meraba tiap huruf dalam al-quran braile,  yang kemudian dilafalkan secara lisan.

Meski demikian para pelajar tuna netra tersebut,  tetap semangat untuk belajar hingga bisa lancar dalam membaca kitab suci umat islam,  bahkan dengan telaten, pembimbing memberikan pengarahan kepada masing-masing siswa , saat mereka menemui kesulitan  .

Kepala s-m-a l-b kemala bhayangkari trenggalek  , pardiono , mengatakan kegiatan membaca al-quran tersebut , merupakan rangkaian pondok ramadan yang dilaksanakan selama empat hari . Masing-masing siswa disekolahnya diajarkan untuk membaca al-quran yang disesuaikan dengan kondisi keterbatasan fisiknya . Khusus untuk tuna netra , pihaknya mendatangkan pembimbing dari alumnus yang di nilai telah mahir.

Bimbingan membaca al-quran tersebut , tidak hanya diajarkan pada saat pondok ramadhan saja , namun juga akan terus diberikan pada hari-hari biasa melalui program khusus yang diselenggarakan oleh yayasan .

Salah seorang siswa tuna netra , imam ma'ruf , mengaku sudah satu tahun terakhir belajar membaca al-quran braile , dan meskipun mengalami sejumlah kendala , namun ia tetap semangat agar bisa membaca al-quran.
Sementara itu menurut pembimbing siswa , membaca al-quran braile bukan perkara mudah,  karena harus menyinkronkan antara rabaan tangan, pikiran dengan ucapan .

Dengan pembelajaran al-quran braile tersebut , diharapkan para siswa berkebutuhan khusus bisa lancar membaca kitab suci layaknya manusia normal ,dan mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari Trenggalek Nada Wianto.