DhohoTV - Sosial

Petugas Sidak Pabrik Gula Merah Ilegal, Yang Baru Tiga Bulan Beroperasi Blitar

Oleh : redaksi Sabtu, 20 Mei 2017

Keterangan : Diduga meresahkan warga dan menimbulkan polusi udara, sebuah pabrik gula merah ilegal disidak oleh petugas gabungan. Dalam sidak tersebut, petugas gabungan merekomendasikan agar pihak pabrik sebera me

Bagikan

Setelah beberapa warga mengadu, terkait adanya pabrik gula merah ilegal,  yang beroperasi di perkebunan gambar anyar desa sumberasri nglegok kabupaten blitar, petugas gabungan yang terdiri dari satpol pp, petugas lingkungan hidup serta polisi blitar,  melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pabrik.

Dalam sidak tersebut, petugas gabungan melihat langsung proses pembuatan gula merah, yang menggunakan bahan baku tebu. Petugas dengan teliti, melihat dan mengecek setiap proses dari tebu menjadi gula merah, serta limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan gula merah tebu tersebut. 

Usai melakukan sidak, petugas lingkungan hidup mengatakan, jika pabrik gula di perkebunan gambar anyar ini masih layak dan tidak menimbulkan polusi. Pasalnya, asap yang keluar dari cerobong hanya sedikit dan suara mesin juga tidak terlalu bising.  Pihaknya menyarankan agar pihak pabrik segera melengkap ijin usaha, serta menanam pohon di sekitar lokasi pabrik, untuk mengurangi asap. 

Sementara pihak pabrik membantah,  jika adanya pabrik gula meresahkan warga.  Justru dengan adanya pabrik gula ini,  ikut membantu perekonomian warga. Pasalnya, banyak warga di sekitar pabrik yag direkrut menjadi karyawan.  Sedangkan perijinan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera mengurus. 

Pabrik gula di perkebunan gambar anyar ini,  baru tiga bulan beroperasi dan setiap hari menghasilkan sekitar satu setengah ton gula merah. Pihak pabrik juga membantah jika menimbulkan pencemaran lingkungan. Karena sisa proses pembuatan tebu tidak ada yang terbuang.  Ambas tebu langsung dijadikan bahan-bakar memasak, endapan tebu juga menjadi pupuk kompos,  yang langsung digunakan warga sekitar untuk memupuk tanaman di sekitar perkebunan.  Dari Blitar Moh Aji .