DhohoTV - Sosial

Ilmuwan Tulungagung Ciptakan Sumber Energi Listrik Hibryd, Bertenaga Surya Panenl Dan Kincir Angin Tulungagung

Oleh : kamik Senin, 08 Mei 2017

Keterangan : Sekelompok ilmuwan di kabupaten tulungagung , berhasil menciptakan sumber energi listrik alternatif hibryd. Inovasi ini , merupakan perpaduan sistem panel surya dengan kincir angin vertikal , dan s

Bagikan


Disebuah bengkel yang berada di desa jarakan,  kecamatan gondang,  kabupaten tulungagung, inilah sekelompok ilmuwan yang tergabung dalam pos pelayanan teknik , posyantek kedung tekno jaya,  bereksperimen dan berinovasi.  Temuan terbaru mereka adalah sistem penerangan jalan umum , p-j-u , bertenaga hibryd , yakni mengkombinasikan sistem panel surya dengan kincir angin,  sebagai sumber energi listrik . 

Sistem hibryd ini , sengaja diciptakan,  sebagai solusi atas sistem panel surya yang selama ini digunakan , sering terkendala cuaca,  seperti mendung maupun hujan,  yang berakibat pada tidak maksimalnya energi listrik yang dihasilkan.  Memadukan kedua sistem tersebut,  maka energi lisrik yang dihasilkan akan lebih maksimal , dan tidak lagi terkendala faktor cuaca. 

Untuk memaksimalkan tenaga angin , kincir angin yang di desain dengan bentuk vertikal , sehingga angin bisa di dapat dari segala arah .  Desain ini,  kecepatan angin yang tidak terlalu kencang , berkecepatan 2 knot,  atau 1 koma 5  meter per detik,  sudah mampu menghasilkan energi listrik.  Selanjutnya energi listrik yang dihasilkan dari putaran kincir , dialirkan dan di tampung di baterai penyimpanan listrik,  atau accu ,  untuk kemudian digunakan sesuai kebutuhan. 

Penggabungan penghasil energi listrik , sistem panel surya dan tenaga angin,  satu unit p-j-u tenaga hibryd ini,  di klaim mampu menghasilkan energi listrik sebesar 100 watt,  dengan catatan,  angin yang bertiup berkecepatan 11 meter per detik . Saat baterai terpenuh penuh , dengan sendirinya akan memutuskan aliran listrik dari surya penel maupaun dari kincir angin . 

Jika selama baterai penuh terisi energi listrik ,  lampu l-e-d dapat menyala selama 24 jam,  dan energi listrik mampu bertahan 3 hari ,  jika hanya terpakai 5 hingga 8 jam , bertahan 5 hari , tanpa pengisian ulang energi listrik.   

Jika dibandingkan dengan p-j-u dengan sistem panel surya ,  yang saat ini beredar dipasaran , p-j-u hibryd,  karya tim riset warga tulungagung ini , lebih murah dan efisien , bahkan hasil inovasi ini,  di klaim yang pertama di indonesia ,  apalagi menggunakan kincir angin vertikal , sehingga dapat diaplikasikan di sembarang lokasi atau tempat . Dari Tulungagung Nada Wianto . 

 
 

 

 



Media Object

Komunitas kimcil nganjuk

Sosial     Hits : 2011
Media Object

Warga kediri temukan patung ganesa

Dhoho Hari Ini     Hits : 1289
Media Object

live

Live Streaming     Hits : 1159
Media Object

Kisah Pilu Hidup Dikandang Kambing

Dhoho Hari Ini     Hits : 1058
Media Object

Tradisi piton piton

Dhoho Hari Ini     Hits : 994
Media Object

Wisata danau warna

Sosial     Hits : 798