DhohoTV - Sosial

Derita Lumpuh , Siswa Sd Tetap Semangat Sekolah Meski Harus Di Gendong Orang Tuanya Trenggalek Jatim

Oleh : redaksi Rabu, 03 Mei 2017

Keterangan : Semangat untuk mendapatkan pendidikan yang layak tak hanya dimiliki oleh pelajar dengan kondisi normal , namun seorang pelajar kelas enam s-d di trenggalek , tetap semangat mengikuti pelajaran meskip

Bagikan

Selama setahun terakhir,  kondisi fisik , dio eka saputra , bocah dusun balang,  desa senden,  kecamatan kampak , kabupaten trenggalek, terus menurun . Pelajar kelas 6 s-d negeri i senden tersebut ,  kini mengalami kelumpuhan , dan tidak dapat berjalan, meski demikian ia tetap semangat bersekolah dengan digendong ibunya,  untuk berangkat maupun pulang sekolah. 

Selasa pagi,  bertepatan dengan hari pendidikan nasional ,  dio , sapaan  dio eka saputra ini ,  memulai aktivitasnya dirumahnya yang sederhana , untuk berangkat sekolah,  dan setelah persiapan selesai,  dio pun,  berangkat sekolah.  

Dari atas ranjang kayu yang ada di teras rumah,  sang ibu,  yuliani asfianingsing, menggendong anaknya untuk menuju ke sepeda motor jenis bebek yang telah disiapkan di depan rumah,  meski tubuh dio gendong terasa berat , dan tak mampu berdiri sempurna , sang ibu dengan cekatan menggendong tubuh dio,  karena hal tersebut dilakukan untuk memenuhi keinginan anaknya tetap bersekolah. 

Sesampai di sekolah yang berjarak satu kilometer dari rumahnya,  dio,  kembali di gendong dan di bawa masuk kedalam kelas ,  dan dio pun ,  yang duduk dideratan bangku paling depan , mulai bersiap menerima pelajaran dari gurunya.  

Menjelang kelulusan untuk jenjang s-d seperti saat ini , anak pasangan yuliati asfianingsih dan kastu tersebut ,  harus mengikuti serangkaian ujian , termasuk ujian praktek ibadah shalat yang harus dilakukan hari ini . Berbeda dengan teman-temannya yang lain , ia cukup duduk dibangkunya , dan mempraktekkan gerakan salat dengan di bimbing langsung oleh guru agama islam . Hal ini dilakukan , karena yang bersangkutan sama sekali tidak bisa berdiri layaknya anak normal.

Menurut  yuliani asfianingsing , orang tua dio ,  penyakit yang terus menggerogoti anaknya tersebut , telah berlangsung sejak tujuh tahun yang lalu,  saat anaknya masih duduk di bangku t-k . Dari hasil pemeriksaan medis ,  dio,  dinyatakan mengalami kelainan genetik .  Kondisi kesehatan dio , terus mengalami penurunan , terlebih dalam kurun waktu setahun terakhir , karena tidak lagi mampu berdiri dan hanya bisa duduk serta tidur saja.  

Sedangkan menurut,  dio eka saputra , setelah lulus s-d nanti,  dirinya mengaku tidak akan melanjutkan ke jenjang s-m-p,  karena malu dengan kondisi fisiknya saat ini,  namun  dalam hati kecilnya tetap ada keinginan,  untuk sekolah seperti layaknya anak normal lainnya. 

Sementara itu , wali kelas 6 s-d negeri i senden ,  sunarsih,  selama mengikuti pendidikan di sekolah,  dio termasuk siswa yang rajin,  bahkan selalu masuk dalam ranking 10 besar . Selama menginjak kelas enam , nyaris tidak ada mobilitas yang bisa dilakukan dio,  meski hanya sekedar keluar kelas. Sejumlah teman-temanya , juga tidak bisa berbuat banyak,  karena tidak kuat menggendong dio. 

Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan belajar di sekolah,  orang tua dio , yuliani,  kembali kesekolah untuk menjemput anaknya,  mulai dari dalam kelas,  dio , di gendong menuju sepeda motor,  dan di bawa pulang .  Hingga kini , orang tua dio,  terus berupaya , untuk mengeupayakan kesembuhan anaknya,  dengan harapan dio,  dapat kembali normal,  seperti teman-temannya yang lain , dan kembali dapat melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi. Dari Trenggalek Nada Wianto .