DhohoTV - Sosial

Terjatuh Dari Motor , Tersangka Jambret Babak Belur Di Hajar Massa Tulungagung

Oleh : redaksi Senin, 27 Maret 2017

Keterangan : Seorang tersangka jambret ditulungagung , jawa timur , terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif di i-g-d rumah sakit bhayangkara . Tersangka mengalami luka parah dan dalam kondisi kritis , setela

Bagikan

Seorang tersangka penjambretan berinisial s-g (sugondo) , warga desa gedangan , kecamatan campurdarat , tulungagung , jawa timur , dalam kondisi kritis , dan terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif di i-g-d rumah sakit bhayangkara tulungagung . Tersangka penjambretan ini , babak belur akibat terjatuh dari motor , saat melarikan diri dari kejaran warga , usai melakukan penjambretan , di jalan raya desa ngebong , kecamatan pakel , senin pagi .

Tertangkapnya tersangka jambret ini , berawal saat korban widi , warga desa ngebong , kecamatan pakel , sepulang dari mengambil uang di bank , menaruh dompet berisi uang 2 juta rupiah , di bekasi motor depan . Saat melintas di jalan raya desa ngebong , tersangka yang telah membuntuti mengambil dompet korban , seketika itu pula korban langsung berteriak minta tolong ke warga .

Teriakan korban mengundang perhatian warga yang langsung melakukan pengejaran , tersangka yang mengendarai sepeda  motor bernopol ag 4628 rr , berusaha kabur , dan naas terjatuh saat melintasi polisi tidur . Akibatnya tersangka , mengalami sejumlah luka lecet , dan sempat dihakimi massa . Saat diamankan petugas kepolisian polsek pakel , ttersangka dalam kondisi kritis , dan langsung dilarikan ke rumah sakit , untuk mendapatkan perawatan .

Dari tangan tersangka , petugas mengamankan barang bukti , satu unit sepeda motor yang di gunakan tersangka , sejumlah kartu a-t-m yang di duga hasil tindak kejahatan , dan uang tunai sebesar 2 juta rupiah , hasil penjambretan sebelum tertangkap .
Hingga saat ini , kondisi tersangka masih kritis dan belum dapat dilakukan penyidikan , belum diketahui apakah pelaku merupakan pemain lama , atau baru pertama kali melakukan aksi penjambretan . Setelah kondisi pulih , tersangka akan menjalani pemeriksaan dan di jerat denga pasal 365 k-u-h-p , tentang tidak pencurian dengan pemberatan , dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara . Dari Tulungagung, Nada Wianto .