DhohoTV - Sosial

Mengaku Anggota Bin Dan Wartawan , Peras Sejumlah Kepala Sekolah Hingga Ratusan Juta Rupiah Tulungagung

Oleh : redaksi Jumat, 24 Maret 2017

Keterangan : Diduga melakukan tindak kejahatan pemerasan, dengan modus mengaku sebagai anggota badan intelijen negara , bin , dan wartawan , dua warga tulungagung, jawa timur , di tangkap tim buser polres setempa

Bagikan

Dua orang yang di duga melakukan tindak pemerasan , masing-masing berinisial n-s , warga desa besole kecamatan besuki , dan h-s , warga desa gedangsewu , kecamatan boyolangu, tulungagung , jawa timur , berhasil di bekuk tim buser polres setempat . Petugas melakukan penangkapan kedua tersangka , setelah mendapat laporan dari korbannya , yakni pihak madrasah aliyah negeri , man , 2 tulungagung .

Dihadapan petugas kepolisian , tersangka melakukan pemerasan , sejak dua bulan terakhir , dengan sasaran sejumlah sekolah yang ada di tulungagung . Dalam kurun waktu dua bulan tersebut , berhasil mengeruk uang sekitar 125 juta rupiah .
Sedangkan modus yang digunakan kedua tersangka , yakni dengan mendatangi sejumlah sekolah , dan mengaku sebagai anggota intelijen negara , bin , dan wartawan , yang hendak melakukan audit keuangan sekolah . Audit tidak akan dilakukan , jika pihak sekolah memberikan sejumlah uang . Untuk meyakinkan para korbannya , tersangka juga membekali diri dengan pistol  air soft gun .

Dari tangan kedua tersangka , petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti ,  diantaranya , dua pucuk pistol air soft gun , uang sejumlah 5 juta rupiah , yang diterima dari pihak man 2 tulungagung , kartu tanda anggota lembaga swadaya masyarakat , serta kartu pers .

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya , kini kedua tersangka , harus mendekam di sel tahanan mapolres tulungagung , guna menjalani proses hukum lebih lanjut . Sedangkan keduanya bakal di jerat dengan pasal 368 k-u-h-p , tentang pemerasan , dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara . Dari Tulungagung Nada Wianto.