DhohoTV - Dhoho Hari Ini

Kuli Bangunan Pengedar Narkoba Antar Kota di Bekuk BNN

Oleh : Habibul Muntaha Kamis, 31 Oktober 2019

Keterangan : AKBP Lilik Dewi Indarwati,Kepala BNN Kabupaten Kediri menunjukan Tersangka dan BB kepada Media

Bagikan

Dhohotv.com, Kediri - EP (28) Seorang pengedar Narkoba Asal Desa Damarwulan Kecamatan Puncu dibekuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kamis (31/10/2019) dinihari.

Kepala BNN Kabupaten Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwati dalam Pess Realese di kantornya menjelaskan, pengamanan EP seorang kuli bangunan itu,  diketahui pasca Tim Pemberantasan BNN Kabupaten Kediri melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Hingga akhirnya, petugas BNN berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

"Kami berhasil mengamankan Barang bukti di antaranya, 8 buah paket narkotika jenis shabu 2,06 gram yang dimasukan dalam klip plastik" terangnya, kamis (31/10) siang.

Setelah menangkap EP, Tim Pemberantasan kemudian melanjutkan penggeledahan ke rumah EP dan didapatkan barang bukti berikutnya, berupa 1 buah botol plastik warna hijau yang berisi pil LL (double L) sebanyak 119 butir. Kemudian, 1 buah timbangan digital, 1 buah alat hisab shabu/ bong, 1 buah pipet kaca, dan 2 buah serok shabu dari sedotan plastik. Di samping itu, juga ditemukan 1 pak sedotan plastik, 1 pak klip plastik, 1 buah gunting, dan 3 buah isolasi.

"Dari hasil keterangan EP, narkotika jenis sabu tersebut didapat dari DS laki-laki 32 tahun," lanjutnya.

Untuk selanjutnya, imbuh Dewi, 
Tim Pemberantasan juga melakukan pengembangan dan berhasil melakukan penangkapan pria berinisial DS. Tepatnya, di depan warung pinggir jalan raya Kandangan Kabupaten Kediri.

"Pada saat ditangkap dan digeledah ditemukan barang bukti yang disimpan di dalam jok sepeda motor. Barang bukti ini, di antaranya 5 buah paket narkotika jenis Shabu yang dibungkus klip plastik dengan berat total 4,90 gram, dompet warna coklat yang berisi uang tunai sebesar Rp 355.000, dan 1 buah timbangan digital serta 1 buah alat bong," tegasnya.

Tindakan selanjutnya, Tim Pemberantasan BNN langsung melakukan penggeledahan ke rumah pelaku dan ditemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik yang berisi pil LL sebanyak 501 butir.

Dari perbuatan EP dan DS dijerat UU No. 35 Tahun 2009 Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 Ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(bib/yni)