DhohoTV - Dhoho Hari Ini

Geledah Rumah Tak Sesuai Prosedur Hukum, Tim Cobra dituntut 100 Milyar

Oleh : Habibul Muntaha Rabu, 30 Oktober 2019

Keterangan : Sholikhin Hadi, Kuasa Hukum Gita Hartanto dan Hendri Faisal di PN Kabupaten Kediri

Bagikan

Dhohotv.com, kediri - Gita Hartanto, Direksi PT Amoeba Mem Pra-peradilkan Tim Cobra Satreskrim Polres Lumajang dengan tuntutan 100 Milyar di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pasalnya, Tim tersebut telah melakukan penggeladah dirumah Bos PT Amoeba yang berada di Wilayah Kecamatan Semen, dinilai tidak sesuai prosedur hukum.

Melalui Kuasa hukumnya, Sholikhin Hadi, Direktur PT Amoeba mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Rabu (30/10/2019) siang.

Pria berkemeja batik itu mengungkapkan, 
Langkah tersebut dilakukan Klienya karena perkara yang sama itu sebelumnya pernah ditangani Mabes Polri pada tahun 2018, dan Polda Jatim Tahun 2017, Namun Semuanya telah dihentikan alias mendapatkan SP 3. 

"Kami mempertanyakan, dasar apa yang digunakan Polres Lumajang untuk melakukan Penyelidikan, sementara perkaranya sama dengan yang sudah dihentikan yakni Pasal 105 KUHP tentang UU Nomor 7 tahun 2014, tentang perdagangan," Ucap Solikhin di depan Kantor PN kabupaten kediri.

Kuasa hukum Gita Hartanto dan Hendri Faisal menegaskan, tindakan yang dilakukan oleh penyidik Polres Lumajang juga dinilai mengada-ada, "Artinya, ada upaya secara paksa diluar prosedural  hukum acara yang dilanggar penyidik, dan perkara ini terkesan dipaksakan. Untuk itu, kami menggugat ganti rugi Rp. 100 miliar, karena dengan persoalan ini usaha Klien kami terganggu dalam 3 bulan ini," sambungnya.

Dalam Pra peradilan ini yang digugat ialah Barang-barang milik Gita dan Hedri yang disita Tim Cobra antara lain Laptop dan Flasdisk Dan HP, pasalnya, seluruh barang tersebut bukan merupakan barang bukti dan tidak ada kaitanya dengan Karyadi Bos Q-Net di Madiun.

"Kita bukan berkedudukan sebagai tersangka ya, tap kita berkedudukan sebagai orang yang berkepentingan terhadap benda yang disita oleh penyidik Polres Lumajang, padahal tidak ada hubungnya dengan perkaranya Pak Karyadi," tandasnya

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Tim Cobra Polres Lumajang  mengungkap bisnis yang dilakukan Q-Net (PT QN International Indonesia) dalam meraup keuntungan yang diduga secara ilegal dari masyarakat. Dan, Polres lumajang, juga terus melakukan penggeledahan terhadap kantor kantor Q net di beberapa tempat. Langkah Polres Lumajang ini, menyusul adanya aduan dari korban yang telah bergabung dalam bisnis Multi Level Marketing (MLM) tersebut.(bib/yni)