DhohoTV - Dhoho Hari Ini

Lihat video di Youtube, Pemuda Kediri Berexperimen Racik Pil Doble L

Oleh : Habibul Muntaha Selasa, 01 Oktober 2019

Keterangan : Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal Saiful F Memimpin Press Realese di Mapolres Kediri

Bagikan

Dhohotv.com, Kediri - Sutiono (33) warga Desa Sumberejo dan Sugeng Pramono (27) warga  Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, ditangkap Petugas Satreskoba Polres Kediri Karena terbukti Membuat Narkoba Jenis Pil Double L di Kontrakanya di Desa Paron.

Di Hadapan Polisi, Sutiono Alias Negro mengaku, ia menggeluti bisnis pembuatan Barang Haram ini sudah sejak satu bulan lalu, untuk mengelabuhi konsumen, ia menjual pil buatanya dengan Pil double L yang Asli dalam 1 buah Plastik berisi 1000 butir pil dengan harga 300 ribu Rupiah.

"Baru satu bulan, kami edarkan ke Wilayah Tulungagung, Blitar dan Nganjuk," Ucap Sutiono yang juga merupakan Residivis Kasus Narkoba dan Pengeroyokan, Selasa (01/10/2019).

Dari penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti bahan untuk meracik Pil Double L, diantaranya satu kardus obat sidiadryl, satu kardus obat scopamin, satu platik perekat, dua buah botol kaca, dua ember besar berisi tepung tapioka, satu ember platik berisi tepung yang sudah dicampur dengan obat sidiadryl dan scopamin.

"Yang bersangkutan ini bisa meracik Pil Double L belajar autodidak dengan melihat Video di Youtube, disini kami menyita 67 ribu butir pil doble L dan 80 Butir Pil Racikan Pelaku," Terang Kapolres Kediri, AKBP, Roni Faisal Saiful Faton.

Kapolres Menambahkan, Selain mengamankan Bahan-Bahan Pembuatan, Anggotanya juga mengamankan Mesin Pencetak Pil.

"Kita juga amankan peralatan yang digunakan oleh pelaku Antara lain satu buah mesin open, satu buah mesin pencetak pil, satu buah alat pres platik dan delapan bendel platik kosong," imbuh Roni.

Bisnis Pembuatan Pil Koplo ini terbongkar berawal dari informasi masyarakat yang curiga melihat banyak orang setiap malam keluar masuk ke kontrakan pelaku.

"Di lokasi tersebut setiap malam sering ada keluar masuk barang, setelah kami dalami dan lakukan upaya paksa kita mendapati yang disimpan di dalam bunker," Jelas AKP Eko Sanosin, Kasatreskoba Polres Kediri.

Untuk mempetanggung jawabkan perbuatanya, Kedua pelaku dijerat dengan pasal 197 Undang Undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 15 tahun.(Bib/yni)