DhohoTV - Dhoho Hari Ini

Ada Bom Berdaya Ledak Tinggi di Dasar Sungai Brantas

Oleh : Habibul Muntaha Jumat, 06 September 2019

Keterangan : Personil Jibom Sat Brimob Polda Jatim mengevakuasi temuan Bom Mortir

Bagikan

Dhohotv.com, Tulungagung - Sebuah Mortir berukuran berat 70 kg ditemukan di dasar Sungai Brantas desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Jawa Timur, hari kamis (05/9/2019) malam. Bom berdaya ledak tinggi ini diduga peninggalan zaman penjajahan di era kolonial Belanda di masa lampau.

Senjata peledak berdiameter 40 cm dengan panjang 75 cm pertama kali ditemukan oleh Seorang Warga yang sedang memancing di aliran sungai Brantas, Tepatnya di dasar sungai. Didekat lokasi penemuan mortir,  di atas sungai membentang Jalur Kereta Api penghubung ke sejumlah kota di Jawa Timur diantaranya Malang, Surabaya bahkan ke Ibu Kota Jakarta.

Saat ditemukan, Mortir itu dalam Kondisi berkarat diduga sudah tidak aktif. Untuk mengantipasi hal-hal yang membahayakan, pihak kepolisian memberi garis polisi agar tidak dijangkau oleh orang sembari menunggu kedatangan Tim Jibom (Penjinak Bom) dari Sat Brimob Polda Jatim.

"Setelah mendapatkan Laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan mengamankan lokasi dengan garis polisi," Jelas AKP. Puji Widodo, Kapolsek Ngantru, Jumat, (06/9) siang.

Beberapa Personil Jibom Sat Brimob Polda Jatim yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi mortir dengan cara dimasukkan kedalam kantor berwarna kuning.

Brimob mepastikan Mortir dalam kondisi aman, sebab fuse atau pematik yang ada di ujung mortir telah hilang. meski demikian, di dalam mortir masih terdapat mesiu yang bisa meledak apabila terkena panas tinggi. 

"Bom ini kemungkinan peninggalan masa penjajahan antara Jepang dan Belanda namun belum bisa dipastikan tahun pembuatan dan jenisnya sebab kondisinya telah berkarat. Jika masih aktif bom ini mempunyai daya ledak tinggi," Kata Aiptu Robertus Doni, Kepala Tim Jibom Brimob Polda Jatim kepada dhohotv.com

Selanjutnya, Bom Mortir ini dibawa ke Markas Brimob Polda jatim yang berlokasi di Kota Kediri kemudian diserahkan kepada Tim Gegana untuk dimusnahkan.(dwi/bib)