DhohoTV - Dhoho Hari Ini

Sediakan Layanan Bercinta Tiga Orang, Panti Pijat D'Glamour di Grebek Polisi

Oleh : Habibul Muntaha Jumat, 02 Agustus 2019

Keterangan : Kapolres kediri menunjukan tersangka dan barang bukti Panti Pijat Plus - plus

Bagikan

Dhohotv.com, Kediri - Panti pijat tradisional D'Glamour di Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri-Jawa Timur, di grebek Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Kediri, Saat penggrebekan, Polisi mendapati dua orang terapis sedang memberikan pelayanan bercinta tiga orang (trheesome) kepada satu lelaki hidung belang.

Dari penggrebekan Tempat Prostitusi terselubung tersebut polisi mengamankan Liyan Permata Putra (32) warga perum wilis Indah Kelurahan Mojoroto kota kediri sebagai pemilik tempat massage dan spa. 

Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal Saiful Faton mengatakan, Penggerebekan tempat pijat dan spa ini berdasarkan informasi masyarakat, jika di salah satu tempat massage dan spa di Kabupaten Kediri melayani pijat plus plus. 

Setelah dilakukan penyelidikan, kemudian pada hari selasa (30/7/2019) petugas langsung melakukan penggerebekan, disalah satu kamar diketahui SB (17) asal kelurahan Tulungrejo kecamatan pare dan ME (18) warga Desa Gogorante kecamatan Ngasem sedang melayani threesome (seks bertiga) dengan seorang pria salah satu tamu. 

Para terapis, selain melayani pijat juga melayani prostitusi dengan tarif yang beragam. Untuk handjob Rp 200 ribu, blowjob Rp 300 ribu dan fulljob Rp 500 ribu. "Tarifnya bervariasi, mulai 250 ribu sampai paling mahal 500 ribu," ungkap Kapolres Kediri Jumat (02/8/2019) pagi. 

Sementara itu, Lyan mengaku menjalankan bisnis perlendiran baru 1 bulan terakhir. "Baru sekitar satu bulanan buka tempat pijat itu," akunya.

Disinggung adanya terapis yang masih dibawah umur, Lyan mengaku awalnya tidak tahu menahu, karena saat melamar mengaku sudah bersuami. "Yang usia 18 saat melamar mengaku sudah bersuami, sementara yang usia 16 tahun menyerahkan KTP palsu," jelasnya.

Dari lokasi panti pijat yang sebelumnya pernah digrebek Tim Renakta Polda Jatim itu, didapatkan sejumlah barang bukti anatara lain delapan buah Alat Kontrasepsi, Cream pijat, dan uang senilai 1 juta 784 ribu rupiah. Akibat perbuatannya, pelaku Lyan dijerat pasal 88 jo 761 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan hukuman 10 tahun penjara.(bib/yni)