DhohoTV - Dhoho Hari Ini

BI Kediri : Melipat Uang Untuk Mahar Nikah, Bisa Kena Denda 1 Milyar

Oleh : Habibul Muntaha Rabu, 31 Juli 2019

Keterangan : Musni Hardi Atmaja, Kepala KPW BI Kediri

Bagikan

Dhohotv.com, Kediri - Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Kediri (KPWBI) mengingatkan masyarakat supaya tidak menggunakan uang kertas sebagai mahar pernikahan dengan cara dilipat menjadi berbagai bentuk ataupun Replika tertentu, Sebab hal itu bisa dikategorikan dalam upaya perusakan uang rupiah.

Musni Hardi Atmaja, Kepala KPW BI Kediri melalui Bagian Humas Nasrullah Menjelaskan, Aktivitas Melipat Uang kertas untuk dijadikan sebuah hasil karya dapat menyebabkan uang rusak, Jika ada masyarakat yang ketahuan melakukan hal tersebut bisa dijerat pasal Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang perusakan simbol Negara.

"Sesuai Undang-undang Mata Uang, Masyarakat dilarang melakukan pengrusakan terhadap uang Rupiah. Penggunaan uang Rupiah untuk mahar yg dilipat-lipat dan dilem atau di steples bisa masuk kategori merusak uang Rupiah," Jelasnya Nasrulah saat dihubungi Wartawan Rabu (31/7/2019) Siang.

Nasrul menambahkan, Dalam Undang-undang Mata Uang sudah jelas disebutkan, Setiap orang yang dengan mengaja merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah Rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol Negara sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 25 Ayat (1) akan dipidana penjara peling lama lima tahun. 

"Tidak hanya dipenjara. Pelaku yang kedapatan merusak uang Kertas Rupiah juga akan dikenakan denda sebanyak 1 Miliyar Rupiah," Tegasnya.

Bank Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati menggunakan uang kertas yang ada supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami berharap Masyarakat bisa memperlakukan uang Rupiah dengan semestinya, yaitu dengan memperlakukan uang Rupiah dgn baik (tidak melipat, tidak memotong, tidakmerusak dll) karena Rupiah ini merupakan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indoesia (NKRI)," Sambungnya.

Saat ini KPW BI Kediri terus mensosialisasikan terkait hal tersebut kepada masyarakat luas agar lebih memahami aturan-aturan yang ada. 

"Pihak kita dari Bagian Sosialisasi juga terus lakukan Sosialisasi kepada Masyarakat terkait Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (Cikur) kepada Masayarakat yang berada diwilayah kerja kami," Tandasnya.(bib/yni)