DhohoTV - Dhoho Hari Ini

Panggung Labuh Bumi Sungai Brantas Roboh, Belasan Pengunjung Terjatuh

Oleh : Habibul Muntaha Minggu, 28 Juli 2019

Keterangan : Suasana Pengunjung Terjebak Di Reruntuhan Panggung

Bagikan

Dhohotv.com, Kediri - Panggung tradisi Labuh Bumi sungai brantas yang diadakan Pemerintah Kota Kediri dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke 1140 roboh, robohnya panggung yang terbuat dari kerangka besi dan kayu itu diduga karena tidak kuat menahan beban puluhan orang diatasnya.

Dari pantauan dhohotv.com dilokasi, panggung yang seharusnya diperuntukan untuk tampilan kesenian tersebut roboh pada waktu panitia acara membagikam nasi tumpeng ke pengunjung yang hadir, begitu sampai ditengah kerumunan, ratusan pengunjung yang ingin memperoleh nasi tumpeng langsung berebut dengan warga lain.

Banyaknya pengunjung yang naik, membuat panggung tidak kuat menahan beban, warga pun yang saat itu berada diatas panggung langsung jatuh dan terjebak dibawah reruntuhan. Terlihat warga yang terjebak dari orang tua dan anak-anak berupaya menyelesaikan diri masing-masing. Daru seluruh warga yang terjatuh salah seorang pengunjung tampak harus dievakuasi petugas satpol pp karena mengalami luka kesleo di kakinya.

Yuni, sala satu pengunjung asal Kelurahan Bandar Kota Kediri membenarkan adanya insiden panggung ambruk tersebut, menuruntnya meski banyak pengunjung yang jatuh, tetapi mayoritas selamat.

"Ya tadi waktu rebutan nasi, warga saling berebut, banyak warga jatuh tapi tidak apa-apa malah seru mas," Ujannya minggu (28/7/2019) sore.

Kepala Dinas Budaya Pemuda Olahraga Dan Pariwisata (DISBUDPARPORA) Kota Kediri, Nur Muhyar mengatakan, kegiatan tradisi labuh bumi ini setiap tahun di adakan sebagai bentuk wujud syukur masyarakat kota kediri atas hasil bumi yang melimpah, setiap tahun pengunjungnya terus meningkat, pihaknya juga terus melakukan pembenahan pada konsep acara agar bisa mengangkat destinasi wisata budaya di kota kediri.

"Acara ini dilakukan turun temurun setiap tahun, kami melarung kepala sapi, sejumlah unggas kesungai brantas, setelah dilarung sesaji kemudian diperebutkan masyarakat dengan berenang ketengah sungai dengan pengawalan petugas menggunakan perahu penyelamat," Ucap Nur muhyar.

Lebih lanjut menurut Nur Muhyar. Dari tradisi ini, selain mengenalkan destinasi wisata budaya, masyarakat juga bisa meraup untuk karena perputaran ekonomi di lokasi sangat besar "masyarakat banyak yang berjualan disekitar lokasi, otomatis pengunjung banyak yang membeli sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat," Pungkasnya.(bib/yni)