DhohoTV - Dhoho Hari Ini

Kemenpora Ingin Pemuda Indonesia Berwirausaha, Bukan Menunggu Jadi PNS

Oleh : Habibul Muntaha Kamis, 25 Juli 2019

Keterangan : Prof. Dr. Faisal Abdullah, SH.MH, Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI Ketika Memberikan Motivasi kepada Teknoprener Muda Pemula di Kota Kediri

Bagikan

Dhohotv.com, Kediri - Kementerian Pendidikan Pemuda dan olahraga (Kemenpora) melalui Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kamis (25/7/2019) menggelar Teknoprener Muda Pemula 2019 di Salah satu hotel yang berada dijalan dhoho Kota Kediri.

Kegiatan tersebut digelar setelah Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Sukses mengakadan event yang sama pada tahun 2018 lalu, teknoprener muda ini Bertujuan untuk meningkatkan output kegiatan, dari yang sebelumnya mendapatkan 20 pemuda Teknopreneur dari 4 lokasi, kini ditingkatkan menjadi 48 pemuda teknoprener di 6 lokasi.

Menurut Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Faisal Abdullah, kegiatan ini sejalan dengan program pelayanan kepemudaan yang mempunyai arah untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian para generasi muda. 

"Kita memberikan motivasi kepada pemuda supaya mempunyai fikiran yang maju tidak hanya berpangku tangan, bahkan hanya ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS) saja, pemuda harus punya kreatifitas dan inovasi baru, dikota kediri ini saya menemukan pemuda yang kreatif dan mandiri. Ini membuktikan bahwa pemuda nantinya dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri bahkan bisa jadi tidak ada yang melamar ingin jadi PNS," Ujar Faisal Abdullah Dilokasi Usai Membuka acara (25/7).

Selain itu, di tahun ini Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda bersama dengan Asisten Deputi Peningkatan Kewirausahaan Pemuda, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, bekerjasama memberikan apresiasi berupa penghargaan dan bantuan modal kepada 8 peserta terplih dari 30 teknopreneur muda. Di masing-masing lokasi, Asisten Deputi Peningkatan Kewirausahaan Pemuda akan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 15.000. 000 orang kepada tiga peserta terbaik, sedangkan lima peserta terpilih lainnya akan mendapatkan penghargaan uang tunai sebesar Rp 10. 000.000 Tiap orang dari Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda.

Dijelaskan Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda, Hamka Hendra Noer, Pemberian dan bantuan modal usaha dan penghargaan bermaksud untuk mendorong pemuda sehingga dapat memanen berdaya saing serta diharapakan mampu membuat lapangan pekerjaan bagi para pemuda dan menerapkan potensi daerahnya masing-masing berbasis IPTEK.

"Pelaksanaan kegiatan ini juga mensosialisasikan wacana teknoprener pemuda sebagai motor penggerak dan partisipasi aktif di kalangan pelaku usaha pemuda," Jelas Hamka Hendra Noer.

Untuk perekrutan peserta kegiatan ini, Kemenpora bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olaharaga Serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang berada di masing-masing lokasi. Kerjasama bertujuan untuk mempererat kemitraan dengan pemerintah daerah.

Perlu diketahui, kegiatan Teknoprener Muda Pemula merupakan ajang penjaringan dan pembinaan teknopreneur muda yang memiliki keunggulan IPTEK dalam menjalankan usahanya. Adapun bidang usaha yang diprioritaskan dalam kegiatan ini adalah usaha di bidang periklanan; arsitektur; pasar seni dan barang antik kerajinan: desain; fashion (mode): film, video, dan fotografi: permainan Interaktif, musik seni pertunjukan penerbitan dan percetakan teknologi Informasi

Pada tahap akhir kegiatan, sebelum dana bantuan diberikan, delapan peserta terpilih tersebut akan mengikuti sesi mentoring (pendampingan) dan mendapatkan kunjungan lapangan ke lokasi usahanya. Setelah itu, pendampingan lanjutan akan diberikan oleh SKPD mitra kegiatan Kemenpora di daerah masing-masing.

Selain di Kota Kediri, Ajang prakualifikasi yang diikuti peserta sebanyak 180 pemuda Ini sebelumnya dimulai di Kabupaten Tegal pada 4 Juli 2019, lalu dilanjutkan di kota Jambi pada 18 Jul 2019, Banjarmasin pada 21 Jul 2019. Selanjutnya sesuai jadwal akan dilaksanakan pada1 Agustus di D.I Yogyakarta, dan terahir di Denpasar pada 8 Agustus 2019 mendatang.(bib/yni)