DhohoTV - Dhoho Hari Ini

Berhasil Tanam Kurma Dan Berbuah Di Kediri, Pengasuh Pon Pes Pari Ulu Tularkan Ilmu Ke Masyarakat

Oleh : Habibul Muntaha Minggu, 21 Juli 2019

Keterangan : KH. Mustain Anshori Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu (baju putih) memberikan materi ngaji tani kurma kepada peserta seminar

Bagikan

Dhohotv.com, Kediri - Pondok Pesantren Pari Ulu Di Desa Sumber Cangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengadakan acara seminar bertajuk 'ngaji tani IV budidaya kurma di kediri' minggu pagi (21/7/2019).

Seminar ini diadakan menyusul adanya riset penanaman pohon kurma yang biasanya hanya identik bisa tumbuh di timur tengah, ternyata bisa juga tumbuh dan berbuah di indonesia tepatnya di pon pes pari ulu yang berlokasi sekitar 2 km dari simpang empat kecamatan gurah.

Penelitian tersebut dilakukan oleh KH. Mustain Anshori, Pengasuh ponpes Pari Ulu, sejak 4 tahun lalu, Dirinya sudah melakukan riset hingga membudidayakan kurma. Pohon kurma dapat tumbuh di indonesia yang mempunyai 3 iklim. yakni, iklim musim, iklim tropis dan iklim laut.

"Saya sudah melakukan penelitian dan budidaya kurma sejak 4 tahun lalu, alhamdulillah hasilnya baik." jelas Abah Mustain, sapaan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu, kepada wartawan jelang mengisi Seminar Ngaji Tani, Minggu (21/7).

Abah menjabarkan, Budidaya Pohon kurma yang diberi nama kurma nusantara ini sudah dilakukan beberapa tahap, dalam tahap pertama kurma bisa berbuah dalam kurun waktu selama 4 tahun sejak benih mulai ditanam. Sedangkan, dalam eksperimen tahap dua, pohon kurma bisa berbuah dalam kurun waktu dua tahun.

"Ini masih riset, masih menunggu 1 tahun lagi untuk memastikan ini Tapi, secara fakta saya memiliki 4 pohon yang kurang dari dua tahun sudah keluar mayangnya, ini adalah peningkatan dari tahap awal, " bebernya.

Lebih lanjut menurut Abah Mustain, ia dibantu santri-santrinya menanam sebanyak 14 varietas kurma. Beberapa jenis kurma yang sudah berbuah yakni jenis Ajwa, Ruzeis, dan Madinah.

"Ada 14 jenis Kurma, banyak jenisnya. Namun, semuanya saya beri nama Kurma Nusantara. Saya tidak tahu apakah di Indonesia ada seperti ini atau bagaimana. Namun, semoga kedepanya penelitian ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, sehingga masyarakat bisa juga menanam dan membuat indonesia mempunyai keunggulan sendiri dengan adanya tanaman pohon kurma yang tumbuh di bumi Nusantaraā€¯ imbuhnya.

Meski pohon kurma yang ia tanam sudah berbuah dan dapat dinikmati, namun hingga saat ini kurma hasil budidaya yang dikelolanya belum diperjualbelikan. Alasanya, sampai sekarang  masih dalam proses penelitian  diperkirakan hingga satu tahun ke depan.

"Nanti Setelah terbukti, bisa dikembangkan oleh petani di Indonesia yang harapanya dapat dibudidayakan oleh petani secara masal," lanjutnya.

Sementara usman efendi salah satu santri yang ikut merawat tanaman kurma di kediri mengaku, dalam perawatan pohon kurma membutuhkan perhatian yang intenaif, sebab, harus selalu menyesuaikan dengan cuaca yang terjadi. Selain itu ancaman hama yang menyerang pohon juga menjadi masalah tersendiri.

"Kalau semua pohon kurma itu karakternya sama mas, namun proses pertumbuhanya yang berbeda, misal kurma jenis ajwa dalam beberapa bulan sudh bisa tumbuh namun yang lainya belum, selama ini yang jadi kendala hanya hama wawung dan cacing tanah, sehingga kita harus setiap hari rajin membersihkan pohon dan mencari cacing yang terdapat di bawah pohon kurma," Tutup Usman.(bib/yni)