DhohoTV - Dhoho Hari Ini

Lebaran, Berkah Bagi Penyedia Jasa Prahu Penyebrangan Sungai Brantas

Oleh : Habibul Muntaha Selasa, 11 Juni 2019

Keterangan : Sarkasi, Operator Perahu Tradisional Penyeberangan Sungai Brantas Di desa Juwet Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk

Bagikan

Dhohotv.com, Nganjuk - Datangnya Hari Raya Idul Fitri 1440 H, menjadi berkah tersendiri bagi penyedia jasa penyeberangan  Prahu Tradisional Sungai Brantas, di Desa Juwet , Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Hal itu disebabkan, di momen lebaran ini, mereka mampu meraup untung lebih dibanding dengan hari-hari biasa.

Jika hari biasa, jasa perahu penyebrangan hanya mengangkut 3 sampai 5 orang sekali jalan, namun pada momen lebaran ini bisa mengangkut 15 orang lebih beserta kendaraanya.

"Mboten tamtu mas, kadang nggih tiang 25 sekalian motore (tidak mesti mas, kadang kemarin ya mengangkut 25 orang beserta motornya)," Ujar Sarkasi Operator Perahu Tradisional Selasa, (11/6/2019).

Dari pantauan dhohotv.com di lokasi, Khusus Lebaran, pihak jasa penyebrangan memasang tarif berbeda dengan hari biasanya, yakni 5 ribu rupiah untuk dua orang plus sepeda motor, 3 ribu rupiah untuk satu orang plus sepeda motor dan 2 ribu rupiah untuk seorang pejalan kaki,  padahal dihari biasa hanya mematok tarif 2 ribu rupiah untuk semua penumpang plus kendaraan.

lebih lanjut sarkasi menambahkan, yang paling banyak menggunakan jasannya adalah masyarakat yang hendak silaturahmi kerumah saudaranya.

"Engkang paling katah nggih tiang-tiang sing bade nglencer (kebanyakan ya orang-orang yang mau bersilaturahmi kerumah saudaranya),"Tambahnya.

Penyeberangan prahu tradisional yang banyak dikenal masyarakat dengan sebutan tambangan selepan ini sudah beroprasi sejak belasan tahun silam, penyebrangan ini merupakan jalur Alternatif penghubung Kabupaten Nganjuk-Kediri, banyak masyarakat memilih naik prahu Tradisional karena jembatan di Desa Kelutan yang menghubungkan desa Papar Kabupaten Kediri lalu lintasnya padat.

Terpisah kapores kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton mengungkapkan, memang saat lebaran simpang empat papar mengalami peningkatan arus kendaran baik dari nganjuk maupun Kota Kediri, sehingga terpaksa jalur sempat kami alihkan.

"Untuk simpang empat Papar memang mengalami peningkatan volume kendaraan yang cukup Signifikan, terutama  pintu masuk dari Nganjuk, namun, itu semua bisa teratasi dan Kondusif," Kata Roni Saat ditemui di Pendopo kabupaten kediri usai menghadiri Halal Bi Halal Forkopimda dengan Masyarakat Selasa Siang.

Melihat padatnya masyarakat yang menggunakan prahu penyeberangan, operator perahu memasang tanda antrean di tepi sungai agar masyarakat tidak saling berdesak sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.(bib/yni)